Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:19 WIB
Siti Aisah, Senior Specialist - Health ChildFund International di Indonesia dan Daniel Yusuf Candra - Youth Officer ChildFund International di Indonesia. (Suara.com/Vania)
Baca 10 detik
  • ChildFund International menggelar Youth Innovation Challenge untuk mendorong generasi muda menciptakan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan kesehatan lokal di Indonesia.
  • Program ini berhasil menyeleksi empat tim untuk mengimplementasikan proyek kesehatan inklusif, pencegahan stunting, perbaikan gizi, serta teknologi deteksi dini.
  • Partisipasi aktif anak muda dalam merumuskan solusi berbasis data dinilai mampu meningkatkan kualitas serta masa depan pembangunan kesehatan nasional.

Suara.com - Generasi muda kini tak lagi hanya menjadi sasaran berbagai program kesehatan. Di tengah tantangan seperti stunting, anemia pada remaja, kesehatan mental, hingga akses terhadap layanan kesehatan reproduksi, anak muda mulai mengambil peran sebagai penggagas solusi yang lahir dari pengalaman dan kebutuhan di lingkungan mereka sendiri.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu yang didorong ChildFund International di Indonesia melalui Youth Innovation Challenge: Inovasi untuk Kesehatan. Program ini memberi ruang bagi mahasiswa, komunitas, dan organisasi kepemudaan untuk mengembangkan inovasi berbasis bukti yang dapat menjawab persoalan kesehatan di tingkat lokal.

Senior Specialist–Health ChildFund International di Indonesia, Siti Aisah, mengatakan perubahan lanskap kesehatan menuntut pendekatan yang lebih adaptif sekaligus partisipatif. Menurutnya, generasi muda memiliki pemahaman yang dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga mampu melahirkan solusi yang lebih relevan.

"Lanskap kesehatan, kondisi lingkungan, dan sosial yang terus berkembang menuntut pendekatan yang adaptif, inovatif, dan partisipatif. Melalui Youth Innovation Challenge, kami mendorong pemuda untuk mengambil peran sebagai penggerak perubahan yang mampu merumuskan solusi kontekstual sesuai dengan kebutuhan komunitas mereka," ujar Siti Aisah.

Ia menambahkan, antusiasme peserta menunjukkan semakin banyak anak muda yang ingin berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan komitmen ChildFund International di Indonesia yang menempatkan anak muda sebagai mitra strategis dalam setiap tahapan program, mulai dari mengidentifikasi persoalan, merancang intervensi, menyusun materi edukasi, hingga melakukan evaluasi.

Selama beberapa tahun terakhir, model pelibatan tersebut telah diterapkan melalui berbagai program kesehatan remaja berbasis sekolah. Kegiatannya meliputi pemetaan kondisi kesehatan remaja di sejumlah daerah, pelatihan guru dan siswa, pembentukan konselor sebaya, penguatan sistem rujukan kesehatan, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat.

Melalui Youth Innovation Challenge, ChildFund membuka pendaftaran bagi komunitas pemuda, mahasiswa, dan organisasi yang memiliki gagasan inovatif di bidang kesehatan. Dari lebih dari 80 proposal yang masuk, sebanyak 11 tim mengikuti program pendampingan intensif sebelum akhirnya empat tim terpilih mengimplementasikan inovasinya selama tiga bulan.

Empat proyek tersebut menghadirkan solusi untuk isu kesehatan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes

Salah satunya NOWGUT, yang dikembangkan Youth in Public Health Indonesia bersama Anara Indonesia. Program ini menghadirkan sistem deteksi gangguan pencernaan pada anak dengan disabilitas intelektual guna mendukung layanan kesehatan yang lebih inklusif.

Inovasi lain, RED FOR HER BRIGHT dari RED Project Indonesia, berfokus pada pencegahan anemia pada remaja putri melalui edukasi dan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari upaya menekan risiko stunting.

Sementara itu, Yayasan Santri Peduli Negeri (SAPIN) mengembangkan program penguatan perilaku gizi di lingkungan pesantren untuk mencegah anemia pada santri putri melalui perbaikan pola konsumsi dan lingkungan pangan.

Di bidang teknologi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) bersama Perhimpunan Digital Medis Indonesia mengembangkan PREVIA (Preventive Intelligence for Adolescent Health), sebuah inovasi digital yang mendukung deteksi dini sekaligus meningkatkan literasi kesehatan remaja.

Seluruh inovasi tersebut dinilai menunjukkan bahwa anak muda mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga dapat diukur dampaknya serta dikembangkan lebih luas.

Youth Officer ChildFund International di Indonesia, Daniel Candra, mengatakan tingginya partisipasi generasi muda menjadi sinyal positif bagi masa depan pembangunan kesehatan di Indonesia.

"Tingginya partisipasi kelompok pemuda dan komunitas dari berbagai wilayah menjadi indikator kuat besarnya potensi dan komitmen generasi muda. Berbagai gagasan yang masuk menunjukkan kesiapan mereka mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya agar setiap anak di Indonesia dapat tumbuh sehat, aman, dan sejahtera," ujarnya.

Melalui inisiatif ini, ChildFund berharap semakin banyak kolaborasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat untuk memperluas penerapan inovasi kesehatan yang digagas anak muda di berbagai daerah Indonesia.

Load More