- PT Pertamina NRE mengakuisisi 20 persen saham perusahaan energi terbarukan Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation, pada Juni 2025 lalu.
- Investasi tersebut menghasilkan dividen dan tingkat pengembalian investasi sebesar 43,4 persen hingga pertengahan tahun 2026 yang menguntungkan.
- Kapitalisasi pasar CREC naik hampir 50 persen, memperkuat posisi strategis Pertamina NRE dalam pengembangan energi bersih kawasan ASEAN.
Suara.com - PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meraih cuan besar setelah berinvestasi di di perusahaan energi terbarukan Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation (CREC),
Setelah mengakuisisi 20 persen saham CREC pada Juni 2025, Pertamina NRE tengah menikmati dividen dan ingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) sebesar 43,4 persen.
Hingga kuartal II 2026, kapitalisasi pasar CREC naik hampir 50 persen, dari sekitar 600 juta dolar Amerika Serikat menjadi mendekati 900 juta dolar Amerika Serikat.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, menilai investasi Pertamina NRE di CREC tidak hanya menciptakan nilai tambah secara finansial, tetapi juga memiliki manfaat strategis dalam jangka panjang bagi kerja sama energi bersih di kawasan ASEAN.
"Kami mendukung inisiatif investasi PNRE dalam industri energi terbarukan di CREC karena ini bukan hanya sekedar value creation tetapi secara jangka panjang ada nilai strategis dalam bentuk potensi cross selling diantara kedua negara tetangga dan bagian dari ASEAN seperti ekspor produk panel surya/solar PV produksi anak perusahaan PNRE, transfer teknologi dan penempatan tenaga kerja Indonesia di industri energi terbarukan yang berkembang baik di Filipina," ujar Pandu dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Sementara,Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, mengatakan capaian tersebut membuktikan strategi investasi anorganik yang dijalankan perusahaan mampu memberikan manfaat finansial sekaligus memperkuat posisi Pertamina NRE di sektor energi bersih kawasan Asia Tenggara.
"Pembagian dividen dari CREC dalam kurun waktu setahun menjadi bukti bahwa investasi yang kami lakukan tidak hanya memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga telah memberikan manfaat finansial yang nyata. Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Pertamina NRE dalam mengembangkan portofolio investasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan," kata Sri.
Selain memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan, investasi tersebut juga memperkuat portofolio bisnis energi terbarukan Pertamina NRE di kawasan regional.
Saat ini, CREC memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) lebih dari 1.200 MWdc, menjadikannya sebagai salah satu pengembang energi surya terbesar di Filipina. Aset tersebut dinilai menjadi bagian strategis dalam portofolio investasi Pertamina NRE.
Baca Juga: Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini
Perseroan juga terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan strategi jangka pendek maupun jangka panjang CREC guna memastikan proses penciptaan nilai (value creation) berjalan optimal.
Sementara itu, Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE, Eri Reksoprojo, mengatakan kerja sama kedua perusahaan memberikan manfaat strategis bagi masing-masing pihak.
Menurut dia, investasi tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan bisnis energi bersih.
"Perolehan dividen dan capaian ROI 43,4 persen yang menggembirakan ini merupakan cerminan dari sebuah inisiatif investasi yang dilakukan secara disiplin, akuntabel & mengedepankan tata kelola sekaligus mengutamakan fundamental bisnis yang baik untuk menjamin nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," tutur Eri pada Senin (22/6/2026).
Ke depan, Pertamina NRE akan terus memperkuat strategi investasi yang berorientasi pada penciptaan nilai melalui peningkatan imbal hasil investasi maupun penguatan kapabilitas bisnis energi bersih.
Kemitraan dengan CREC juga diharapkan membuka peluang pengembangan proyek energi terbarukan, transfer pengetahuan, hingga peningkatan kompetensi yang mendukung percepatan transisi energi dan ketahanan energi nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar
-
Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok
-
Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney
-
OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya
-
IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?
-
Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus