Bisnis / Energi
Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB
Proyek LNG Abadi Blok Masela. [INPEX]
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas Abadi Masela di Maluku akan memulai tahap konstruksi pada 2027.
  • Pemerintah menargetkan proyek strategis senilai Rp339 triliun tersebut dapat beroperasi penuh untuk produksi gas mulai tahun 2029 hingga 2030.
  • Inpex Corporation berkomitmen mempercepat seluruh tahapan proyek setelah menerima arahan pemerintah dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang tahun 2026.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di Maluku akan segera memasuki tahap konstruksi pada 2027.

Kepastian ini menjadi babak baru bagi Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut setelah mengalami penundaan selama puluhan tahun.

Bahlil menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan proyek agar hambatan investasi tidak kembali terulang. Saat ini, sejumlah tahapan krusial seperti proses Front End Engineering and Design (FEED) telah menunjukkan perkembangan positif.

"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda. Setelah akhirnya sudah ada keputusan dan kajian, saya meminta Inpex untuk segera jalan. Sekarang sudah jalan, dan tahun 2027 targetnya mulai konstruksi," ujar Bahlil saat memberikan keynote speech dalam acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF) di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Bahlil menambahkan, Blok Masela merupakan salah satu aset gas bumi terbesar di Indonesia.

Pemerintah menargetkan proyek yang dioperasikan oleh Inpex Corporation bersama mitranya tersebut dapat mulai berproduksi pada periode 2029–2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Yaumal]

Percepatan ini juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan bersama Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026 lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Kementerian ESDM mendapat arahan langsung untuk mempercepat investasi transisi energi dan penyelesaian proyek Masela.

Sebagai tindak lanjut, Bahlil telah mengadakan pertemuan dengan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, guna membahas percepatan pengembangan di lapangan.

Baca Juga: Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Proyek dengan nilai investasi mencapai 20 miliar dolar AS atau setara Rp339 triliun (kurs Rp16.900 per dolar AS) ini menjadi salah satu fokus proyek energi terbesar pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, pihak INPEX Corporation menyampaikan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian seluruh tahapan Proyek Abadi Masela sesuai dengan target yang ditetapkan.

Load More