News / Internasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:29 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Indonesia mengutuk keras serangan terhadap kapal MV Tihamah yang mengancam keselamatan tiga ABK WNI.

  • Dua ABK WNI dipastikan selamat dan dalam perawatan, sementara satu pelaut lainnya masih hilang.

  • KBRI Muscat bersiap memfasilitasi proses repatriasi para ABK WNI setelah kondisi dinilai aman.

Suara.com - Pemerintah Indonesia menuntut penghentian ketegangan militer di perairan Yaman setelah insiden mematikan menimpa kapal MV Tihamah. Serangan bersenjata tersebut langsung berdampak buruk pada keselamatan awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.

Dua warga negara Indonesia dipastikan selamat dari bahaya, sedangkan satu pelaut lainnya lenyap di kawasan perairan Selat Bab Al-Mandeb. Kejadian tragis ini memperjelas tingginya risiko keselamatan yang dihadapi para pekerja maritim di jalur perdagangan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengambil tindakan cepat dengan menghubungi Menlu Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba untuk mengawal penanganan para korban. Langkah diplomatik mendesak ini menjadi bentuk respons nyata pemerintah dalam melindungi warganya di daerah konflik.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono (Suara.com/Novian)

Informasi resmi Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi kapal tersebut membawa 11 awak yang terdiri dari delapan warga Pakistan dan tiga warga Indonesia. Laporan awal mencatat dua pelaut asal Pakistan gugur akibat ledakan keras tersebut.

Kondisi korban selamat asal Indonesia kini dalam pemantauan medis secara intensif. Satu pelaut menderita luka ringan akibat serpihan ledakan, sementara satu korban lain mendapat perawatan medis khusus di rumah sakit setempat.

Tim penyelamat masih menyisir perairan sekitar lokasi kejadian untuk menemukan keberadaan awak kapal Indonesia yang hilang. Pemerintah daerah setempat terus mengerahkan armadanya guna mempercepat proses pencarian di lautan.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menegaskan komitmen pencarian tersebut.

“Untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan, dan upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” kata Heni.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan bahwa Menlu Sugiono telah menyampaikan keberatan mendalam atas aksi perusakan kapal dagang ini. Pemerintah menilai serangan tak bertuan di jalur maritim internasional dapat membahayakan keamanan dunia.

Baca Juga: ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

Yvonne Mewengkang menyampaikan sikap resmi pemerintah terkait komunikasi bilateral tersebut.

“Tentunya dalam kesempatan tersebut, Menlu RI mengecam keras serangan ini dan menekankan perlunya langkah untuk mencegah eskalasi lanjutan,” kata Yvonne.

Otoritas Yaman memberi akses konsuler seluas-luasnya agar perwakilan Indonesia bisa mendampingi para korban luka secara langsung. Bantuan koordinasi darurat ini mempercepat proses evakuasi medis serta pendataan seluruh korban di lapangan.

KBRI Muscat mematangkan rencana pemulangan para pelaut Indonesia setelah kondisi kesehatan dan keamanan mereka dinyatakan stabil. Fasilitasi logistik serta dokumen perjalanan kini dipersiapkan secara matang oleh tim diplomatik.

Kelompok Houthi di Yaman diduga kuat menjadi dalang utama di balik aksi penyerangan rudal ke kapal dagang tersebut. Laporan stasiun televisi Al-Jumhuriya TV menguatkan dugaan keterlibatan kelompok bersenjata itu dalam ketegangan kawasan.

Selat Bab Al-Mandeb merupakan alur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia di wilayah barat Semenanjung Arab. Gejolak keamanan di kawasan strategis ini terus mengancam kelancaran rantai pasok global dan keselamatan awak kapal internasional.

Load More