- PT Trimegah Bangun Persada Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp2,7 triliun dalam RUPST pada Selasa, 30 Juni 2026.
- Dividen tersebut setara 30 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dengan potensi nilai Rp42,64 per lembar saham.
- Peningkatan kinerja operasional dari proyek ONC dan KPS sepanjang tahun 2025 berhasil menopang kemampuan perusahaan dalam membagikan dividen.
Suara.com - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menebar dividen sebesar Rp2,7 triliun kepada para pemegang saham dari laba tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan data Stokbit, nilai dividen tersebut setara dengan sekitar 30 persen dari laba bersih atau dividend payout ratio 30 persen, sama seperti pembagian dividen tahun sebelumnya.
Berdasarkan nilai dividen tersebut, pemegang saham berpotensi menerima dividen sekitar Rp42,64 per saham.
Dengan mengacu pada harga saham NCKL di level Rp800 per lembar pada perdagangan intraday Selasa (30/6), dividend yield diperkirakan mencapai sekitar 5,3 persen. Sementara itu, jadwal cum date dan pembayaran dividen masih akan diumumkan perusahaan.
Direktur Keuangan Harita Nickel, Suparsin Darmo Liwan, mengungkapkan Kinerja operasional Harita Nickel sepanjang 2025 turut menopang kemampuan perusahaan membagikan dividen.
Salah satunya berasal dari mulai beroperasinya Obi Nickel Cobalt (ONC) pada April 2024 yang berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan bisnis pertambangan pada 2025.
"Pertumbuhan penjualan terutama didorong ONC yang mencapai kapasitas penuh pada Agustus 2024. Secara keseluruhan, volume penjualan High Pressure Acid Leach (HPAL) dan ONC mencapai 130.551 ton kandungan nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), meningkat 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya saat paparan publik secara virtual, Selasa (30/6/2026).
Sementara pada kuartal I 2026, volume penjualan MHP mencapai 32.613 ton kandungan nikel atau naik 8 persen secara tahunan.
Baca Juga: Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina
Di sisi lain, bisnis Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) juga mencatat pertumbuhan berkat peningkatan kapasitas produksi PT Karunia Permai Sentosa (KPS).
Fase pertama KPS mencapai kapasitas penuh pada Maret 2025, disusul fase kedua pada Desember 2025, serta dua jalur produksi fase ketiga yang mulai beroperasi pada kuartal I 2026.
Kondisi tersebut membuat volume penjualan feronikel sepanjang 2025 meningkat 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan kembali tumbuh 22 persen pada kuartal I 2026.
Dari sisi keuangan, pendapatan Harita Nickel sepanjang 2025 naik 10 persen secara tahunan, terutama ditopang oleh mulai beroperasinya KPS. Laba kotor juga meningkat 15 persen berkat kenaikan volume penjualan bisnis pertambangan.
Namun, pada kuartal pertama 2026 pendapatan turun 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat penurunan harga jual rata-rata (average selling price) bisnis pertambangan. Laba kotor juga terkoreksi 35 persen secara tahunan karena pendapatan yang lebih rendah dan meningkatnya beban penjualan.
Meski demikian, pertumbuhan EBITDA dan laba setelah pajak tetap didukung oleh peningkatan kepemilikan saham di ONC, kenaikan volume penjualan MHP beserta turunannya, serta peningkatan produksi dari KPS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online
-
Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon
-
Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY
-
Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?
-
CEO Talks di Universitas Andalas, Pegadaian Ajak Mahasiswa "Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini
-
Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO
-
Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara
-
Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes