Bisnis / Keuangan
Selasa, 30 Juni 2026 | 21:22 WIB
Merger BUMN Logistik mulai berlangsung dari 7 perusahaan pelat merah. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Danantara Indonesia menggabungkan tujuh BUMN logistik ke dalam PT Multiterminal Indonesia pada Selasa, 30 Juni 2026 di Jakarta.
  • Langkah konsolidasi ini bertujuan mengoptimalkan skala usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengurangi tumpang tindih layanan logistik nasional.
  • PT Pos Indonesia berperan sebagai jangkar utama untuk memperkuat daya saing dan mengintegrasikan layanan logistik secara nasional.

Danantara Indonesia mulai menggabungkan atau BUMN dengan lingkup bisnis yang sama menjadi satu. Kali ini, Danantara menyatukan tujuh BUMN logistik menjadi satu entitas.

Suara.com - Adapun, merger tujuh BUMN ini ditandai dengan penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan pada Selasa (30/6/2026).

Adapun, Tujuh perusahaan yang bergabung dalam konsolidasi tersebut terdiri atas Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.

Nantinya, perusahaan itu akan digabung menyisakan satu perusahaan saja yaitu PT Multiterminal Indonesia.

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management (DAM) Aurelius Altius Rosimin mengatakan, merger ini menjadi bagian dari strategi transformasi portofolio DAM guna mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan program Asta Cita Pemerintah.

Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, mengungkapkan proses BUMN logistik. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Penggabungan ini bertujuan untuk memangkas fragmentasi entitas, mengoptimalkan skala usaha, serta mengeliminasi tumpang tindih layanan yang selama ini mengganjal efisiensi logistik pelat merah," ujarnya di Pos Bloc, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Penggabungan tujuh BUMN logistik ini bertujuan membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dengan menyatukan kekuatan antar-entitas, konsolidasi ini diharapkan mampu memperbesar skala bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mengurangi duplikasi fungsi dan biaya.

Langkah strategis ini ditargetkan dapat memperkuat daya saing layanan logistik nasional, sekaligus menekan biaya logistik Indonesia yang saat ini posisinya masih berada di atas rata-rata negara ASEAN.

Di sisi lain, PT Pos Indonesia (Persero) diplot menjadi salah satu jangkar utama dalam ekosistem baru ini. Perusahaan yang memiliki jaringan domestik terluas tersebut menyatakan kesiapannya memimpin transformasi pemegang saham.

Baca Juga: Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, mengungkapkan bahwa perseroan bermodal infrastruktur yang solid untuk mengintegrasikan layanan multimoda dan digitalisasi logistik nasional.

"Pos Indonesia saat ini didukung jaringan 5.597 titik layanan yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia, didukung armada sebanyak 8.032 unit, dengan jangkauan layanan ke lebih dari 220 negara. Perusahaan ini melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan dan memproses lebih dari 300 ribu paket per hari," kata pria yang akrab disapa Jos tersebut.

Ia juga memastikan bahwa proses integrasi ini akan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko yang ketat. Selama proses transisi berjalan bertahap, Jos menjamin operasional tidak akan terganggu.

"Satu hal yang menjadi komitmen utama adalah menjaga kontinuitas layanan kepada seluruh pelanggan selama proses transformasi berlangsung. Para pelanggan dapat dipastikan tidak akan terganggu oleh proses penggabungan ini," tambahnya.

Load More