- IHSG diprediksi bangkit pada Rabu, 1 Juli 2026, setelah mengalami koreksi dalam sebesar 3,05 persen sebelumnya.
- Sentimen positif dari penguatan bursa Wall Street yang mencetak rekor menjadi pendorong utama potensi kenaikan indeks.
- BNI Sekuritas merekomendasikan strategi beli spekulatif pada beberapa saham seperti BIPI, VKTR, ESSA, HRTA, PTBA, dan RAJA.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang besar untuk bangkit (rebound) pada perdagangan Rabu (1/7/2026) hari ini.
Potensi penguatan ini muncul sebagai angin segar bagi pasar modal domestik setelah tertekan cukup dalam pada hari sebelumnya.
Dalam analisis teknikalnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan pergerakan indeks hari ini akan berada pada rentang yang cukup dinamis.
"IHSG berpotensi rebound hari ini, dengan level Support di kisaran 5500–5600 dan posisi Resistance di rentang 5800–5950," jelas Fanny dalam laporan riset harian, pada Rabu (1/7/2026).
Sinyal pembalikan arah ini menjadi momentum penting mengingat pada penutupan perdagangan Selasa (30/6), IHSG terperosok cukup dalam dengan koreksi sebesar 3,05%.
Pelemahan tersebut diperparah oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp 1,21 triliun. Sejumlah saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang paling banyak dilepas asing berturut-turut adalah BBCA, BBRI, BMRI, ASII, dan AADI.
Wall Street Cetak Rekor, Saham Teknologi AS Menggila
Optimisme pergerakan IHSG hari ini didorong oleh sentimen positif global, di mana bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup menguat signifikan pada perdagangan tadi malam.
Reli masif saham-saham sektor teknologi, khususnya industri semikonduktor, berhasil membawa bursa AS menutup paruh pertama tahun 2026 (1H26) dengan performa impresif.
Baca Juga: Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,26% dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,79%, dan indeks Nasdaq Composite melesat tajam hingga 1,52% sekaligus membukukan kinerja kuartalan terbaiknya sejak tahun 2020.
Lonjakan pasar di AS dipimpin oleh saham produsen cip papan atas, seperti Nvidia yang naik 2,6%, Advanced Micro Devices (AMD) yang melonjak 7,7%, serta Intel yang menguat 6%.
Meredanya kekhawatiran pasar terhadap evaluasi belanja teknologi kecerdasan buatan (AI) serta tanda-tanda meredanya tensi geopolitik global menjadi bahan bakar utama meroketnya bursa AS.
Dari kawasan regional, bursa saham Asia mencatatkan pergerakan yang bervariasi (mixed) pada penutupan kemarin. Indeks Taiex Taiwan memimpin penguatan dengan lonjakan drastis sebesar 2,5%, diikuti Kospi Korea Selatan yang bertambah 0,97%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 juga naik 0,86% merespons sentimen damai terkait perundingan blokade Selat Hormuz antara AS dan Iran.
Namun, beberapa bursa regional lain terpantau parkir di zona merah, seperti Hang Seng Hong Kong yang turun 0,63%, Straits Times Singapura melemah 0,73%, dan FTSE Malaysia yang terkoreksi tipis 0,11%.
Ide Trading Saham Hari Ini (BNI Sekuritas)
Berita Terkait
-
BEI Bakal Berubah, OJK Godok Aturan Demutualisasi, Danantara, BI Bisa Masuk Jadi Pemegang Saham
-
Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok
-
Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?
-
IHSG Jadi Bursa Kinerja Terburuk Global, Aksi Jual Saham Perbankan Tekan Perdagangan
-
BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Perkuat Permodalan dan Perluas Pembiayaan UMKM, OJK Restui Penggabungan Enam BPR Lintas Sumatera
-
BEI Bakal Berubah, OJK Godok Aturan Demutualisasi, Danantara, BI Bisa Masuk Jadi Pemegang Saham
-
Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini
-
Harga BBM Turun per 1 Juli 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Lebih Murah
-
QuickPro Apakah Platform Investasi Resmi Berizin di Indonesia? Ini Penjelasannya
-
Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50
-
J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi
-
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
-
Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan