Bisnis / Keuangan
Senin, 29 Juni 2026 | 14:44 WIB
Dirut BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan akan membawa BEI masuk dalam daftar 10 bursa terbesar di dunia. [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • Jeffrey Hendrik terpilih menjadi Direktur Utama BEI periode 2026-2030 dalam RUPST di Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026.
  • BEI menargetkan masuk dalam sepuluh bursa terbesar dunia melalui peningkatan kapitalisasi pasar hingga Rp30.000 triliun pada tahun 2030.
  • Empat strategi utama mencakup pengembangan bisnis transaksi, pendapatan non-transaksi, kualitas perusahaan tercatat, serta perluasan inklusivitas akses investasi masyarakat.

Suara.com - Jeffrey Hendrik, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026-2030, yang diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Senin (29/6/2026) mengungkapkan ambisi cukup besar di masa kepemimpinannya.

Sebagai Dirut BEI, Jeffrey menargetkan kapitalisasi pasar mencapai Rp30.000 triliun, rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp31 triliun, lebih dari 1.100 perusahaan tercatat, 35 juta investor pasar modal, serta rasio kapitalisasi pasar terhadap produk domestik bruto (PDB) di atas 83 persen pada 2030.

"Yang ingin kita capai adalah membawa Bursa Efek Indonesia menjadi salah satu dari 10 bursa terbesar di dunia, baik berdasarkan kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi," kata Jeffry di Jakarta.

Ia mengatakan saat ini BEI kita masih berada di peringkat ke-19 untuk kapitalisasi pasar dan ke-17 berdasarkan nilai transaksi.

Untuk merealisasikan visi tersebut, BEI telah menetapkan empat pilar utama strategi pengembangan. Pilar pertama adalah mendorong pertumbuhan bisnis dari sisi transaksi.

Kedua, mengembangkan sumber pendapatan dari bisnis non-transaksi. Ketiga, meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas perusahaan tercatat. Keempat, memperluas inklusivitas agar seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang lebih besar terhadap investasi di pasar modal.

Jeffrey menegaskan bahwa keberhasilan strategi tersebut harus ditopang oleh penguatan infrastruktur sebagai fungsi utama BEI sebagai penyelenggara perdagangan efek.

Sebelumnya PT BEI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati jajaran direksi baru periode tahun 2026-2030.

Berikut jajaran direksi BEI masa bakti 2026–2030 yang telah disetujui dalam RUPST:

Baca Juga: IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

  • Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
  • Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin
  • Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
  • Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono
  • Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim
  • Direktur Pengembangan: Iding Pardi
  • Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum: Umi Kulsum

Dalam RUPST, para pemegang sama BEI juga menetapkan Persetujuan Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025, Penunjukan Akuntan Publik Perseroan untuk Tahun Buku 2026, Pengangkatan dan Penetapan Remunerasi Anggota Direksi Perseroan Masa Bakti 2026–2030, serta Pemberian Uang Jasa Pengabdian bagi Anggota Direksi Perseroan yang Berakhir Masa Baktinya.

“Melalui keputusan tersebut, BEI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat integritas, daya saing, dan keberlanjutan pasar modal Indonesia, sekaligus mempercepat transformasi menuju bursa yang semakin modern, inklusif, dan berdaya saing global,” ujar Jeffrey.

Sebagai informasi, BEI menyelenggarakan RUPST 2026 secara hybrid pada Senin (29/6), yang dihadiri oleh 90 pemegang saham atau 100 persen dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara.

Load More