Bisnis / Energi
Rabu, 01 Juli 2026 | 20:36 WIB
Ilustrasi industri migas. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • BPS melaporkan nilai impor migas Indonesia melonjak 70,78% menjadi US$ 4,51 miliar pada Mei 2026 secara tahunan.
  • Singapura menjadi pemasok migas terbesar Indonesia dengan nilai US$ 5,1 miliar sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
  • Brazil mencatatkan lonjakan signifikan sebagai pemasok minyak mentah terbesar keempat bagi Indonesia selama lima bulan pertama 2026.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya lonjakan signifikan pada angka impor minyak dan gas bumi (migas) ke Indonesia.

Pada Mei 2026, nilai pengapalan komoditas energi tersebut menembus angka US$ 4,51 miliar, meroket sebesar 70,78% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa tren kenaikan ini juga terlihat pada data sektoral sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Secara kumulatif, dari Januari hingga Mei 2026, total nilai belanja migas Indonesia telah menyentuh angka US$ 17,45 miliar, atau menguat 27,89% (yoy).

Dari total anggaran belanja energi tersebut, Singapura masih kokoh bertengger sebagai negara mitra penyedia komoditas migas terbesar bagi pasar domestik, dengan nilai pasokan mencapai US$ 5,1 miliar.

"Utamanya dari Singapura kita impor migasnya Januari–Mei 2026 sebesar US$ 5,1 miliar atau mencakup sekitar 29,38% terhadap total keseluruhan impor migas nasional," ujar Ateng dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Di bawah Singapura, Malaysia menempati peringkat kedua sebagai eksportir migas terbesar ke Indonesia dengan kontribusi sebesar US$ 3,6 miliar atau setara 20,54%.

Posisi ketiga diisi oleh Amerika Serikat (AS) yang mengapalkan energi senilai US$ 1,4 miliar atau mencakup porsi 8,28% dari total impor.

Meski daftar negara pemasok utama relatif stabil dibandingkan tahun lalu, BPS mencatatkan adanya pergeseran menarik dengan masuknya pemain baru di jajaran papan atas, yaitu Brazil.

Baca Juga: Cara Mengisi Kuesioner Online Sensus Ekonomi 2026, Lengkap dengan Data yang Ditanyakan

"Khusus untuk pasokan minyak mentah (crude oil), Brazil berhasil merosot naik ke peringkat keempat sepanjang periode Januari–Mei 2026. Hanya negara ini yang mencatatkan lompatan ke posisi empat besar," tambah Ateng.

Ketergantungan Kilang Tetangga dan Karakteristik Impor Energi

Struktur data perdagangan ini menegaskan lanskap pemenuhan energi nasional yang masih bergantung pada fasilitas pengolahan di luar negeri. Berikut adalah karakteristik pasokan komoditas migas Indonesia berdasarkan negara asalnya:

Singapura: Berperan sebagai episentrum pasokan hasil olahan minyak, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) siap pakai, memanfaatkan kapasitas kilang (refinery) modern yang mereka miliki.

Malaysia & Arab Saudi: Menjadi pilar utama yang menyuplai kombinasi minyak mentah serta beberapa varian hasil olahan migas untuk kebutuhan dalam negeri.

Amerika Serikat: Menjadi tumpuan utama bagi Indonesia dalam mengamankan pasokan gas cair atau Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Nigeria & Brazil: Menjadi dua negara produsen yang mencatatkan volume pengiriman minyak mentah (crude oil) tertinggi ke Indonesia untuk kemudian diolah di kilang-kilang domestik.

Load More