- UMKM RI mulai bergeser ke ekspor dengan pengiriman kargo besar.
- Logistik jadi kunci utama UMKM bersaing di pasar global.
- DHL: 40% pelanggan berasal dari segmen UMKM.
Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan semakin kuatnya konektivitas perdagangan global membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara. Namun, tantangan utama yang kini dihadapi bukan lagi soal kapasitas produksi, melainkan akses distribusi dan dukungan logistik yang mampu mengikuti laju ekspansi bisnis.
Kontribusi UMKM yang mencapai lebih dari 60% terhadap perekonomian nasional menjadikan sektor ini sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi sekaligus calon penggerak utama ekspor Indonesia di masa depan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11% pada 2025 turut memperkuat optimisme bahwa semakin banyak UMKM siap naik kelas ke pasar internasional.
VP Commercial DHL Express Indonesia, Poppy Ariani, mengatakan permintaan dari pasar global terhadap produk Indonesia terus meningkat. Menurutnya, keberhasilan menembus pasar internasional kini ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha menghadirkan layanan yang cepat, konsisten, dan kompetitif.
"Permintaan global itu ada dan terus berkembang. Kuncinya sekarang adalah akses, cepat, konsisten, dan kompetitif," ujar Poppy dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, fungsi logistik kini telah berubah dari sekadar pendukung operasional menjadi bagian penting dari strategi bisnis. Perubahan tersebut terlihat dari pola pengiriman UMKM Indonesia yang mulai bergeser dari paket-paket kecil menuju pengiriman dengan volume lebih besar dan nilai transaksi yang lebih tinggi.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan tren tersebut menunjukkan bahwa bisnis Indonesia tidak hanya berhasil masuk ke pasar global, tetapi mulai memperluas skala usahanya di berbagai negara.
"Kita melihat pergeseran yang jelas. Dari pengiriman skala kecil ke volume besar. Ini menunjukkan bahwa bisnis Indonesia tidak hanya masuk ke pasar global, tetapi mulai berkembang di dalamnya," kata Ahmad.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak pelaku usaha yang menghadapi keterbatasan akses terhadap solusi logistik yang mampu mengimbangi pertumbuhan bisnis mereka. Menurutnya, persaingan global kini lebih ditentukan oleh kemampuan perusahaan berkembang secara cepat dan berkelanjutan.
"Keunggulan tidak lagi soal siapa yang memulai lebih dulu, tetapi siapa yang mampu berkembang lebih cepat dan konsisten. Keandalan menjadi pembeda," ujarnya.
Baca Juga: BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular
Ahmad juga menilai kebutuhan pengiriman kargo berkapasitas besar terus meningkat seiring ekspansi UMKM Indonesia ke pasar internasional. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa semakin banyak pelaku usaha nasional yang siap bersaing di level global.
Melihat tren tersebut, DHL Express Indonesia memperkuat posisinya sebagai mitra logistik bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ekspor. Saat ini sekitar 40% pelanggan DHL Express Indonesia berasal dari segmen UMKM.
Selain menyediakan layanan ekspres internasional, DHL juga menghadirkan layanan Heavy Weight Express yang mampu melayani pengiriman udara hingga 1.000 kilogram per koli dan 3.000 kilogram dalam satu pengiriman. Layanan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan logistik pelaku usaha dengan skala bisnis yang terus berkembang.
Di sisi lain, DHL juga menjalankan program GoTrade yang berfokus membantu UMKM meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu menembus sekaligus bertahan di pasar global.
"Fokus kami bukan sekadar transaksi, tetapi membangun kemampuan UMKM agar bisa tumbuh secara konsisten di pasar global," kata Ahmad.
Poppy menilai momentum pertumbuhan perdagangan internasional harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku UMKM Indonesia. Dengan dukungan logistik yang andal dan akses pasar yang semakin luas, ia optimistis UMKM nasional dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong ekspor Indonesia.
"Ini momentum yang kuat. Dengan dukungan yang tepat, UMKM Indonesia punya peluang untuk tumbuh lebih cepat dan memainkan peran lebih besar di pasar global," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini
-
Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global
-
Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan
-
Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali
-
Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik
-
BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular
-
SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern
-
IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia