- Sejumlah pengemudi ojek online di Jakarta menuntut transparansi aplikator terkait penerapan skema potongan delapan persen layanan GrabHemat.
- Mitra pengemudi mengaku bingung dan khawatir kebijakan baru tersebut akan menurunkan pendapatan harian mereka secara signifikan.
- Para pengemudi berharap aplikator segera memberikan sosialisasi rinci serta mengevaluasi aturan tersebut jika terbukti merugikan penghasilan.
Suara.com - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) meminta aplikator lebih transparan dalam menyosialisasikan mekanisme skema potongan 8 persen yang mulai diterapkan pada layanan GrabHemat.
Mereka mengaku masih kebingungan memahami perubahan aturan tersebut dan khawatir berdampak pada pendapatan.
Salah seorang pengemudi Grab, Refli (27), mengatakan minimnya penjelasan membuat banyak mitra pengemudi salah memahami kebijakan baru.
Ia mengaku sempat mengira potongan 8 persen akan berlaku untuk layanan reguler atau standar, bukan GrabHemat yang menjadi sumber order terbanyak baginya.
"Awalnya sih saya jujur ya, senang gitu. Karena kan saya kira yang 8 persen itu buat yang standar. Ternyata malah buat yang hemat (bagi hasil)," kata Refli saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (1/7/2026).
Menurut Refli, hingga hari pertama penerapan aturan tersebut, ia juga belum bisa mengetahui dampak sebenarnya terhadap pendapatan karena perhitungan potongan baru dilakukan secara akumulatif pada pergantian hari.
Karena itu, ia berharap aplikator memberikan informasi yang lebih rinci kepada para mitra pengemudi sebelum kebijakan diberlakukan.
"Kalau menurut saya sih lebih transparan aja ya. Kayak misalnya yang 8 persen ini kan enggak dikabarin tuh gimana-gimananya, apa yang berubah gitu. Ternyata tahu-tahu jebret, yang di hemat. Kirain yang saya kira di standar," ujarnya.
Refli mengaku khawatir mekanisme baru justru membuat total potongan yang dibebankan kepadanya lebih besar. Sebab, sebagian besar order hariannya berasal dari layanan GrabHemat.
Baca Juga: Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
"Yang saya takutin malah lebih gede dari yang biasanya," ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan pengemudi Grab lainnya, Saripudin Asra (51). Ia mengaku masih menunggu hasil perhitungan pada malam hari untuk mengetahui besaran potongan yang dikenakan.
Meski begitu, dari order yang diterimanya sejak pagi, ia merasa pendapatannya mulai menurun.
"Baru berjalan satu hari, saya ngerasain kayaknya terpuruk," jelas Saripudin.
Ia berharap penerapan skema baru dapat dievaluasi apabila terbukti mengurangi pendapatan para mitra pengemudi.
"Mudah-mudahan sih cuman tiga bulan doang, mungkin ada perubahan lagi," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar
-
Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru
-
BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini
-
UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya
-
Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global
-
Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan
-
Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali
-
Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik
-
BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular
-
SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern