Bisnis / Ekopol
Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:01 WIB
Petugas mengangkat nozzle mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo usai melayani pelanggan di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom].
Baca 10 detik
  • Harga minyak Brent dan WTI naik tipis pada Jumat (3/7/2026) akibat sentimen optimisme perdamaian AS-Iran di Timur Tengah.
  • PT Pertamina menyesuaikan penurunan harga BBM non-subsidi per 1 Juli 2026 menyesuaikan fluktuasi harga minyak mentah dunia.
  • Kuwait dan Arab Saudi meningkatkan ekspor minyak setelah Selat Hormuz kembali dibuka pasca-kesepakatan damai sementara antara AS-Iran.

Berdasarkan laporan Reuters, produksi minyak mentah Kuwait melonjak tajam menjadi 1,65 juta barel per hari (bpd) pada bulan Juni, dari yang sebelumnya hanya sebesar 580.000 bpd pada Mei.

Peningkatan produksi oleh anggota OPEC ini terjadi pasca-tercapainya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, yang langsung dimanfaatkan Kuwait untuk memulihkan volume ekspornya.

Di sisi lain, data pelayaran dan sumber dari pasar perdagangan menunjukkan sedikitnya lima kapal supertanker yang mengangkut total 10 juta barel minyak mentah milik Arab Saudi dilaporkan telah berhasil keluar dari Selat Hormuz.

Guna mempercepat penyerapan dan penjualan pasokan energinya di kawasan Asia, raksasa minyak Saudi Aramco dikabarkan mulai beralih menggunakan strategi harga pasar spot (spot pricing).

Load More