Bisnis / Inspiratif
Sabtu, 04 Juli 2026 | 23:57 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya memperluas akses pasar produk kreatif Indonesia ke Kanada melalui kolaborasi pendekatan hexahelix yang strategis.
  • Pemerintah memanfaatkan peluang kerja sama ICA CEPA untuk meningkatkan daya saing serta penetrasi produk kreatif di pasar Kanada.
  • KBRI Ottawa dan kementerian terkait mempromosikan sektor fesyen serta kuliner di kota besar seperti Toronto dan wilayah Quebec.

Suara.com - Kementerian Ekonomi Kreatif memperluas akses pasar produk-produk kreatif Indonesia ke Kanada yang potensial dengan daya beli masyarakat yang tinggi melalui kolaborasi dengan pendekatan hexahelix.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan hubungan bilateral Indonesia dan Kanada memiliki prospek yang semakin menjanjikan, terutama setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang membuka peluang kerja sama yang lebih komprehensif.

“Kanada sebetulnya pasarnya masih luas untuk Indonesia, terutama dengan pegiat ekraf di Indonesia itu memiliki taste, bakat, budaya, kreativitas yang luar biasa, serta dedikasi yang tinggi terhadap industri kreatif. Di tengah berbagai tantangan ini, Kementerian Ekraf terus memperkuat kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperluas akses pasar bagi para pegiat ekonomi kreatif," ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Riefky mengatakan sektor ekonomi kreatif pada 2025, menyerap hampir 20 persen dari total tenaga kerja nasional. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memanfaatkan berbagai kerja sama ekonomi internasional, termasuk Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA), guna meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia di pasar global.

Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, mengatakan peluang pengembangan ekonomi kreatif Indonesia di Kanada masih sangat terbuka.

Ia mengatakan sebanyak 97 ribu wisatawan Kanada berkunjung ke Indonesia, dan angka tersebut masih dapat terus ditingkatkan

Selain kota-kota besar seperti Toronto, kawasan seperti Quebec juga memiliki potensi besar karena didukung ekosistem industri kreatif yang berkembang dan daya beli masyarakat yang tinggi.

"Quebec dapat menjadi salah satu pusat pengembangan fesyen Indonesia. Selain itu, kami juga terus memperkenalkan beragam kuliner Nusantara melalui food festival di Toronto. Kami berharap dapat mengolaborasikan pegiat ekonomi kreatif Indonesia dengan berbagai perusahaan di Kanada," ujar Muhsin.

Kementerian Ekraf bersama KBRI Ottawa berkomitmen memperkuat sinergi dalam membuka peluang promosi, investasi, serta jejaring bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Baca Juga: Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penetrasi produk kreatif nasional ke pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku usaha kreatif.

Load More