- Menteri Kabinet Merah Putih menghadiri penayangan film Pelangi di Mars di Jakarta pada 2 April 2026 mendatang.
- Film keluarga ini merupakan karya sci-fi pertama Indonesia yang menggunakan teknologi Extended Reality berbasis Unreal Engine nasional.
- Produksi film selama lima tahun ini bertujuan memajukan industri kreatif lokal dan mengedukasi anak melalui teknologi.
Suara.com - Jajaran menteri dan wakil menteri dari Kabinet Merah Putih menghadiri acara Intimate Screening film fiksi ilmiah (sci-fi) keluarga, Pelangi di Mars, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4/2026).
Kehadiran para pejabat negara ini menjadi bentuk dukungan terhadap industri kreatif Nasional yang mulai merambah teknologi tinggi dalam proses produksinya.
Pelangi di Mars merupakan film sci-fi keluarga pertama di Indonesia yang sepenuhnya menggunakan teknologi Extended Reality (XR) berbasis Unreal Engine.
Film yang telah rilis secara nasional sejak 18 Maret 2026 ini memakan waktu produksi hingga 5,5 tahun dengan melibatkan studio DossGuavaXR.
Ceritanya berlatar tahun 2100, mengisahkan petualangan anak manusia pertama yang lahir di Mars bernama Pelangi dan robot pendampingnya, Batik, dalam misi menyelamatkan Bumi.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian tim produksi dalam mengeksplorasi genre yang selama ini jarang disentuh sineas lokal.
Menurutnya, ada tiga poin krusial yang membuat film ini layak didukung secara penuh oleh Pemerintah.
"Pertama, keberanian anak bangsa untuk mengambil genre science fiction yang terkait dengan isu lingkungan. Itu jarang sekali," kata Teuku Riefky Harsya saat ditemui usai pemutaran film.
"Kedua, keberanian berinovasi dalam memelopori pemanfaatan teknologi XR berbasis Unreal Engine. Ketiga, keterlibatan sekitar 300 animator dan 500 kru sejak lima tahun yang lalu," ujarya.
Baca Juga: Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop
Riefky menambahkan bahwa industri film nasional sedang berada di tren positif.
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 130 juta tiket bioskop terjual dengan 60 persen di antaranya merupakan penonton film nasional.
Dia berharap film seperti Pelangi di Mars mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri sekaligus mampu bersaing di pasar global.
"Harapannya begitu, film-film Indonesia harus mendunia. Kementerian akan terus memberikan dukungan, termasuk fasilitasi akses pasar, pendanaan, dan pembiayaan terhadap hasil kreativitas berbasis kekayaan intelektual," imbuhnya.
Senada dengan menteri, sutradara Upie Guava mengungkapkan bahwa proyek ini bukan sekadar karya seni, melainkan hasil riset teknologi panjang yang dimulai sejak tahun 2020.
Baginya, kreativitas harus didasari oleh kecerdasan intelektual dan keberanian mencoba hal baru.
Berita Terkait
-
Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
-
Pelangi di Mars Diserang Isu AI hingga Buzzer, PH Beri Klarifikasi Panjang
-
Pertama di Indonesia, Film Pelangi di Mars Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Erin Taulany Siap Buka-bukaan di Kantor Polisi, Bantah Tuduhan Penganiayaan ART
-
Viral Selebgram Berhijab Dituding Kejam ke Karyawan, ART Meninggal karena Sakit Dilarang Pulang
-
Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!
-
Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton
-
CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore
-
Curhatan Eks Kru Ini Talkshow Viral, Mengaku Dilempar Skrip oleh Host Terkenal
-
Istri Bongkar Tekanan Batin Menteri Purbaya: Gemas Lihat Anak Buah 'Nakal', Tapi Tak Bisa Pecat
-
Ry Hyori Rilis Single Perdana Pacar Pacaran, Angkat Kisah Hubungan Tanpa Status
-
Lawan Lita Gading Berani, Rayen Pono Sebut Ahmad Dhani Kicep Hadapi Laporannya
-
Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret