- Presenter Noa Vahle menyoroti kepindahan Tijjani Reijnders dari Manchester City ke Al-Qadsiah pada 16 Agustus 2026.
- Reijnders menerima kontrak senilai 100 juta euro untuk lima tahun yang menjamin kestabilan finansial jangka panjang keluarganya.
- Vahle menyayangkan keputusan tersebut karena Reijnders meninggalkan Premier League pada usia 28 tahun demi berkarier di Arab Saudi.
Suara.com - Keputusan Tijjani Reijnders meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Al-Qadsiah di Arab Saudi mendapat sorotan dari presenter olahraga asal Belanda, Noa Vahle.
Ia memahami alasan finansial di balik kepindahan tersebut, tetapi menilai keputusan Reijnders sangat disayangkan dari sisi olahraga.
Vahle menyampaikan pandangannya saat tampil dalam program televisi De Oranjezomer, Minggu (16/8/2026).
Ia awalnya menyinggung besarnya nilai kontrak yang disebut mencapai sekitar 100 juta euro dalam lima tahun.
“Ketika saya membaca berita tentang Tijjani Reijnders... 100 juta euro dalam lima tahun,” kata Vahle.
Menurutnya, angka tersebut sudah cukup untuk menjamin kehidupan Reijnders dan keluarganya dalam jangka panjang. Namun, keuntungan finansial tersebut dinilai harus dibandingkan dengan konsekuensi terhadap karier sepak bola sang gelandang.
“Anak itu sudah aman seumur hidup, anaknya juga aman, cucunya juga aman. Bahkan generasi-generasi setelahnya,” ujar Vahle.
Reijnders mengambil keputusan meninggalkan Manchester City pada usia 28 tahun. Sebelum pindah ke Arab Saudi, gelandang tersebut bermain di Premier League, yang oleh Vahle disebut sebagai kompetisi terbaik di dunia.
Ia juga menilai Reijnders bukan sekadar pemain biasa di level tim nasional Belanda.
Baca Juga: Meski Diincar Real Madrid, Rodri Pilih FC Barcelona untuk Wujudkan Mimpi
Perannya bersama Oranje membuat keputusan meninggalkan kompetisi elite Eropa semakin disayangkan.
“Saya benar-benar berpikir: betapa sayangnya. Kita tidak tahu seberapa bagus liga itu,” kata Vahle.
Ia mengakui ada anggapan bahwa level Saudi Pro League kini sudah meningkat dan bahkan disebut berada di atas Eredivisie.
Namun, menurutnya, tetap ada perbedaan besar ketika seorang pemain langsung meninggalkan Premier League untuk bermain di Arab Saudi.
“Dia datang langsung dari Premier League, kompetisi terbaik di dunia. Dia berusia 28 tahun dan merupakan salah satu pemain penting di tim nasional Belanda,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Meski Diincar Real Madrid, Rodri Pilih FC Barcelona untuk Wujudkan Mimpi
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Lama Tak Terdengar Kabarnya, Pemain Keturunan Indonesia Ini Bakal Susul Ole Romeny?
-
Deretan Fakta Arsenal Juara Community Shield: Gol 23 Detik Bikin City Babak Belur
-
Malam Ini! Arsenal vs Manchester City di Community Shield, Siapa Lebih Unggul?
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang