Bisnis / Keuangan
Senin, 20 Juli 2026 | 10:08 WIB
Rupiah masih lesu pagi ini. [Antara]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah 0,37 persen ke level Rp17.919 per dolar AS pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026.
  • Eskalasi konflik antara AS dan Iran memicu kenaikan harga minyak serta menekan mata uang rupiah di Asia.
  • Arus masuk modal asing ke pasar domestik diharapkan mampu membatasi pelemahan nilai tukar rupiah pada hari ini.

Suara.com - Nilai tukar rupiah lesu pada awal perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Bahkan, Mata uang Garuda itu paling lemah di Asia terhadap dolar AS

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ibuka ke level Rp17.919 per dolar AS atau melemah 67 poin atau 0,37 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.919 per dolar AS.  

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan ini disebabkan ketegangan perang AS dengan Iran yang terus berkobar, sehingga memberikan tekanan pada rupiah. 

"Rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakkan harga minyak dunia dan indeks dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Rupiah masih lesu pagi ini. [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, pelemahan mungkin bisa terbatas oleh dukungan sentimen kuat domestik. Pasalnya inflow dana asing di pasar ekuitas maupun Surat Berharga Negara masih berlanjut. 

Rupiah bisa saja menguat di sore nanti dan range Rp17.900 - Rp18.050," jelasnya.

Sementara itu, dolar Taiwan menemani rupiah yang keok lawan dolar AS dengan amblas 0,29 persen. Diikuti peso Filipina yang anjlok 0,16 persen dan baht Thailan  juga melemah 0,04 persen.

Sedangkan mata uang Korea Selatan menguat di Asia dengan naik 0,32 persen. Disusul oleh ringgit malaysia yang naik 0,21 persen.

Diikuti Dolar Singapura dan yuan China yang positif 0,04 persen. Lalu ada yen Jepang dengan menguat tipis 0,03 persen.

Baca Juga: Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919

Load More