- Rupiah menguat 67 poin ke level Rp17.919 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.
- Peningkatan nilai tukar tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang paling kuat di kawasan Asia hari ini.
- Penguatan rupiah dipicu oleh derasnya aliran dana asing ke sektor obligasi serta ekuitas di pasar domestik.
Suara.com - Perdagangan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat pada sore ini. Mata uang Garuda pun paling kuat di Asia.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Jumat 17 Juli 2026 ditutup ke level Rp17.919 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 67 poin atau 0,36 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.986 per dolar AS.
Alhasil, menjadi mata uang yang paling kuat di Asia saat melawan Dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan ini didukung oleh dana asing yang deras dari obligasi.
"Rupiah ditutup menguat cukup tajam 17.910 per dolar AS oleh dukungan kembalinya dana asing baik di obligasi maupun ekuitas. Indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia hari ini terpantau sedikit menurun," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, sentimen global masih terfokus pada perkembangan geopolitik di Timteng (Timur Tengah), sedangkan sentimen domestik yang mulai kuat diperkirakan akan terus mendukung rupiah.
"Investor juga mengantisipasi RDG BI minggu depan yang diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25bps. Range 17850-17950," jelasnya.
Sementara itu, rupiah rupiah menguat bersama beberapa mata uang lainnya. Salah satunya, peso Filipina yang menguat 0,06 persen.
Diikuti yen Jepang menguat 0,06 persen. Lalu, rupee India menguat 0,03 persen dan dolar Singapura yang menguat 0,008 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.982 per Dolar AS, S&P Jadi Penopang Utama
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Dolar Taiwan mencatat pelemahan terdalam yakni 0,22 persen.
Disusul, ringgit Malaysia yang melemah 0,22 persen, won Korea melemah 0,19 persen, yuan China melemah 0,06 persen dan baht Thailand melemah 0,03 persen. Lalu, dolar Hong Kong melemah 0,001 persen terhadap dolar AS.
Berita Terkait
-
Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990
-
Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000
-
Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Rupiah Lemah, Tapi Ogah Disalahkan
-
Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri
-
The Killing Vote: Potret Kegagalan Hukum yang Melahirkan Vigilantisme
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti
-
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Bintang Berlabel Timnas Indonesia
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Didominasi Perempuan, Capai 60 Persen!
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel