- Bank Mega Syariah mencatatkan pembiayaan konsumer sebesar Rp601 miliar per Juni 2026 atau tumbuh 17 persen secara tahunan.
- Produk pembiayaan emas menjadi kontributor utama pertumbuhan dengan nilai mencapai Rp42,6 miliar sepanjang semester pertama tahun 2026.
- Perseroan akan mempercepat pertumbuhan pembiayaan melalui optimalisasi kanal digital serta strategi pengelolaan risiko untuk menjaga kualitas aset.
Suara.com - Bank Mega Syariah mencatatkan konsumer capai Rp601 miliar atau tumbuh lebih dari 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Secara tahunan atau year to date (ytd) pembiayaan Bank Syariah konsumer juga meningkat lebih dari 5,72 persen dibandingkan posisi akhir 2025.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pembiayaan syariah yang dinilai mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan keuangan.
Di antara berbagai produk yang ditawarkan, pembiayaan emas menjadi salah satu kontributor utama dengan pertumbuhan paling tinggi sepanjang semester pertama 2026.
Per Juni 2026, portofolio pembiayaan emas Bank Mega Syariah mencapai Rp42,6 miliar melonjak hingga 1.715 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Sementara itu, sepanjang periode Desember 2025 hingga Juni 2026, realisasi pembiayaan logam mulia melalui produk pembiayaan emas telah mencapai 22,3 kilogram.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan peningkatan kinerja pembiayaan konsumer mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi pembiayaan berbasis syariah.
"Segmen konsumer menjadi salah satu area yang terus kami perkuat. Pertumbuhan portofolio hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa produk pembiayaan Bank Mega Syariah semakin diterima masyarakat," ujar Benadicto dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, hingga akhir 2026 perseroan akan terus mempercepat pertumbuhan pembiayaan konsumer melalui optimalisasi produk unggulan, penguatan kanal digital, serta perluasan akuisisi nasabah berbasis komunitas dan ekosistem.
"Strategi kami hingga akhir tahun akan difokuskan pada penguatan produk dengan permintaan yang terus tumbuh, termasuk pembiayaan emas, pembiayaan tanpa agunan, dan pembiayaan haji khusus. Kami juga akan memperkuat sinergi dengan jaringan cabang, meningkatkan kualitas proses akuisisi, serta mengoptimalkan kanal digital agar layanan pembiayaan semakin mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan nasabah," jelas Benadicto.
Baca Juga: Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam Dipatok Rp2.341.000/Gram
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Bank Mega Syariah menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.
Perseroan memperkuat pemantauan portofolio, menjaga kualitas pembiayaan, serta mengoptimalkan strategi penagihan (collection) guna memastikan pertumbuhan bisnis berjalan sehat dan berkelanjutan.
Benadicto menegaskan bahwa ekspansi pembiayaan harus dibarengi dengan pengelolaan risiko yang baik agar kualitas aset tetap terjaga.
"Pertumbuhan pembiayaan harus tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik. Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas portofolio melalui pemantauan yang lebih disiplin, perbaikan proses, dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah," tutup Benadicto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus