- Emas merupakan aset investasi aman yang mampu mempertahankan nilai kekayaan di tengah kondisi inflasi dan krisis global.
- Perusahaan Nellava Bullion meluncurkan program Blind Box Reveal untuk memberikan diskon serta bonus pembelian produk logam mulia.
- Nellava Bullion menawarkan harga transparan berbasis pasar internasional dan berencana memperluas jangkauan pasar hingga ke wilayah Malaysia.
Suara.com - Komoditas emas kerap dikategorikan sebagai aset aman (safe haven) karena rekam jejaknya yang mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilai riilnya di kala terjadi krisis keuangan, inflasi tinggi, resesi, maupun konflik geopolitik.
Karakteristik ini muncul karena nilai emas tidak terikat pada kebijakan otoritas pemerintah mana pun, memiliki ketersediaan yang terbatas di alam, serta diakui secara universal sebagai alat pertukaran.
Secara historis, terdapat beberapa faktor utama yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen perlindungan kekayaan yang diandalkan:
- Perlindungan Inflasi: Ketika daya beli mata uang konvensional menyusut akibat inflasi, nilai emas secara jangka panjang cenderung bergerak naik untuk menjaga nilai kekayaan riil pemiliknya.
- Keterbatasan Pasokan: Berbeda dengan uang kertas yang jumlah edarnya dapat ditambah oleh bank sentral, emas merupakan komoditas fisik yang memerlukan biaya penambangan tinggi dan pasokannya terbatas.
- Bebas Risiko Sistemik: Emas tidak membawa risiko gagal bayar (default risk) seperti instrumen obligasi atau saham, karena nilainya berdiri sendiri tanpa bergantung pada stabilitas institusi atau suatu negara.
- Likuiditas Global: Komoditas ini diakui di seluruh dunia sehingga mudah untuk dicarikan menjadi mata uang apa pun di berbagai negara.
Merespon potensi pasar tersebut, perusahaan logam mulia Nellava Bullion memastikan tetap mempertahankan harga global pada produknya.
Hal ini bertujuan untuk memberikan transparansi penuh, menghapus biaya tersembunyi (hidden markup), dan memastikan nilai investasi selalu adil dan relevan dengan kondisi pasar internasional secara real-time.
Selain itu, Bellava Bullion juga resmi memperkenalkan program terbaru bernama Blind Box Reveal, yakni inovasi baru dalam metode pembelian logam mulia dengan menawarkan voucer potongan harga secara acak, mulai dari 5 persen hingga 50 persen, yang bisa didapatkan melalui situs resmi perusahaan setelah pengguna melakukan pendaftaran akun.
Bersamaan dengan peluncuran tersebut, perusahaan juga menyediakan sejumlah penawaran khusus, seperti pemberian bonus 5 gram untuk setiap pembelian emas seberat 100 gram, serta bonus 100 gram perak untuk setiap transaksi perak seberat 1 kilogram.
Marketing Director Nellava Group Nellava Bullion, Alif Fauzan, menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen menghadirkan investasi logam mulia yang transparan dan mudah diakses.
Pihak manajemen mengklaim keunggulan dari lini bisnis ini terletak pada penerapan harga yang merujuk langsung pada pergerakan harga internasional dengan margin keuntungan perusahaan yang rendah, sehingga diharapkan mampu memberikan nilai lebih bagi para investor.
Baca Juga: Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
Di samping itu, seluruh produk yang dipasarkan diklaim berasal dari proses pemurnian dan daur ulang yang sah secara hukum, tanpa memanfaatkan bahan baku dari aktivitas penambangan ilegal.
Alif Fauzan, Marketing Director mengungkapkan bahwa produk perak batangan menjadi kontributor terbesar penjualan perusahaan, mencapai sekitar 70 persen dari total penjualan.
Setelah pembukaan gerai di Jakarta, perusahaan juga berencana memperluas jangkauan pasar ke wilayah lain, termasuk Malaysia.
Dalam kesempatan yang sama, Kirana Larasati selaku duta merek (brand ambassador) menyatakan bahwa investasi logam mulia merupakan pilihan yang tepat di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Berita Terkait
-
Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Daftar Harga Emas Pegadaian 17 juli: Antam, UBS, dan Galeri 24
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Ditanya soal Emas 74 Kg di Rumah Jampidsus, Bos BCA: Nggak Salah, Kurang Pintar Aja
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bukan Lokal, Harga Emas di Nevalla Bullion Pertahankan Rujukan Internasional
-
5 Pelembap Terbaik untuk Kulit Kering dan Sensitif, Bikin Wajah Sehat dan Bebas Dehidrasi
-
Bagaimana Mekanisme dan Dasar Regulasi Pencairan Dana Hibah Rp15 Miliar KONI Makassar?
-
Viral Penipuan Berkedok 'Program Treasury BRI', Manajemen Minta Warga Waspada
-
Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Live di TVRI dan Streaming Resmi
-
Indonesia di Persimpangan: Menghindari Jebakan Stagnasi Ekonomi
-
Spanyol Mulai Psywar Jelang Final Piala Dunia 2026, Wasit Lawan Argentina Diminta Tak Lembek
-
Mulai Berlangsung November Mendatang, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan di League Cup
-
Shin Tae-yong Angkat Tangan Soal Nasib Andritany Ardhiyasa Bersama Persija
-
Mulai Rp2 Jutaan! Ini 5 HP Snapdragon dengan Kamera OIS Terbaik