Bisnis / Keuangan
Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 29 poin ke level Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat setelah BI menahan suku bunga acuan pada angka 5,75 persen. [Antara]
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia menahan suku bunga acuan pada angka 5,75 persen dalam rapat dewan gubernur pada Rabu sore, 22 Juli 2026.
  • Nilai tukar rupiah melemah 29 poin ke level Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
  • Pelemahan rupiah terjadi karena keputusan Bank Indonesia serta lonjakan harga minyak dunia akibat konflik global yang terus berlanjut.

Suara.com - Rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Rabu sore ini (22/7/2026) setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di angka 5,75 persen, berbeda dari prediksi sebagian besar ekonom dan harapan para investor.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup ke level Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 29 poin atau 0,16 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.888 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai keputusan BI yang menahan suku bunga turut menekan rupiah, selain faktor lain seperti konflik yang semakin bergelora di Timur Tengah.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak dunia kembali melonjak tajam. Keputusan BI mempertahankan tingkat suku bunga dalam rapat dewan gubernur sore ini juga ikut menekan rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com di Jakarta.

Dia menambahkan jika perang antara Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut dan harga minyak dunia terus naik sebagai konsekuensinya, maka tekanan terhadap rupiah ke depannya akan semakin berat.

"Apabila tensi di Timur Tengah masih memanas dan harga minyak dunia terus naik, maka akan sangat membebani," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,31 persen. Selanjutnya, baht Thailand anjlok 0,25 persen, yuan China tertekan 0,13 persen, dolar Taiwan terkoreksi 0,10 persen dan peso Filipina melemah tipis 0,02 persen.

Yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,15 persen. wWon Korea Selatan juga terkerek 0,1 persen, ringgit Malaysia menanjak 0,04 persen, dolar Singapura terangkat 0,02 persen dandolar Hong Kong menguat tipis 0,02 persen.

Baca Juga: Rupiah Terkapar ke Rp17.934, Nyaris Tembus Rp18.000 Akibat Perang AS-Iran Jelang Putusan BI

Load More