- Menkeu Purbaya diancam pengusaha lokal di Jakarta pada Juli 2026 akibat persaingan tidak adil perusahaan baja China.
- Sebanyak 40 perusahaan baja China menggelapkan pajak menggunakan transaksi tunai dengan potensi kerugian ratusan miliar rupiah.
- Pemerintah menindak tegas pelaku penyelewengan pajak dan sebagian perusahaan China kini mulai mendatangi Kantor Pajak.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku diancam para pengusaha lokal apabila tidak menyelesaikan masalah penyelewengan pajak yang dilakukan para perusahaan baja asal China.
Menkeu Purbaya menyebutkan kalau dirinya mendapatkan keluhan dari perusahaan baja domestik karena perusahaan China itu menciptakan persaingan yang tidak adil.
"Sehingga sebagian perusahaan baja domestik tadi ngancam saya. Kalau enggak dibetulin, saya akan lakuin juga beroperasi secara gelap seperti perusahaan Cina. Jadi saya pikir saya mesti bereskan itu," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).
Bendahara Negara menjelaskan bahwa belakangan ini dirinya sering blusukan ke perusahaan baja China lantaran adanya laporan terkait penyelewengan pajak, baik dari pengusaha lokal maupun Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu.
Modusnya, perusahaan baja China ini melakukan transaksi berbasis tunai (cash based) yang membuat laporan transaksi tidak tercatat penuh. Alhasil mereka bisa lolos dari penagihan, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).
"Jadi dia semuanya sebagian besar perdagangannya cash based. Jadi bayar pajaknya lebih rendah, PPN-nya lebih rendah karena di laporan lebih kecil dibanding yang sesungguhnya," beber dia.
Salah satu perusahaan baja China yang sempat didatangi Purbaya berlokasi di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Dalam temuannya, ia mendapatkan total ada 40 perusahaan baja China yang melakukan modus serupa.
"Saya nunggu mereka insaf apa enggak, ada 40 perusahaan seperti itu yang kita tahu, dan yang di Pulo Gadung sudah kelihatan tuh potensi pajaknya berapa," imbuhnya.
Purbaya menguraikan kalau perusahaan baja China di Pulo Gadung itu menunggak pajak dengan estimasi Rp 100-500 miliar selama beberapa tahun. Makanya ia mengejar lagi perusahaan baja yang tersisa untuk menghindari banyaknya kerugian negara.
Baca Juga: Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian
"Dan bukan itu saja, dia menciptakan kompetisi tidak fair untuk perusahaan-perusahaan domestik yang bayarnya lebih jujur. Betulan lah. Semuanya bayar PPN segala macam," terang dia.
"Nah ini belum selesai, ini baru satu. Nanti ada beberapa lagi kalau mereka enggak insaf ya kita datangi lagi," ungkapnya lagi.
Setelah diultimatum, Purbaya mengklaim kalau beberapa perusahaan China sudah mendatangi Kantor Pajak. Namun ia akan terus mengecek seberapa akurat besaran pajaknya, mulai dari penggunaan listrik hingga jumlah transaksi impor.
"Dan kita punya ahli khusus auditor, perusahaan-perusahaan yang biasa dengan cara perusahaan-perusahaan China membohongi pemerintah. Jadi sekarang tidak akan bisa lagi terjadi itu," tegas Purbaya.
Berita Terkait
-
Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian
-
Purbaya Akan Temui Kepala BGN Bahas Efisiensi Anggaran MBG 2027
-
Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD
-
Purbaya Klaim Hubungan Kemenkeu & BI Solid, Buktikan Lewat 'Tukar Guling' Pejabat
-
Purbaya Sebut Pembangunan PFII Dibiayai Danantara, Tapi Sebagian Bisa dari APBN
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Gabung Persija, Nadeo Argawinata Siap Buktikan Diri di Hadapan Jakmania
-
Purbaya Diancam Pengusaha Lokal Jika Tak Tertibkan Perusahaan Baja China
-
Pengamat Bongkar Benturan Kepentingan di Balik Isu 'Wanita Lain' Febrie Adriansyah
-
Bocoran Produk Baru Kia yang Siap Diboyong ke GIIAS 2026 dari Mobil Bensin Sampai Mobil Listrik
-
Serum Bakuchiol untuk Apa? Ini 4 Rekomendasinya agar Wajah Awet Muda dan Glowing
-
Anggota Kodam Cenderawasih Tewas Dikeroyok di Tangerang, 7 Orang Jadi Tersangka
-
Jepang Diserang Gelombang Panas Ekstrem, Banyak Warga Dilarikan ke RS
-
Sunscreen Tak Cocok di Wajah? Jangan Dibuang, Ini Cara Memanfaatkannya dengan Aman
-
#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri
-
Baru Dilantik, Sudaryono Langsung Pimpin Rapat Perdana di BGN