- Nanik S Deyang mundur sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada Juli 2026 demi menjalani pengobatan jantung ke luar negeri.
- Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengunduran diri tersebut dan meminta Nanik untuk tetap memantau operasional lembaga di luar struktur.
- Meskipun meninggalkan Badan Gizi Nasional, Nanik tetap aktif menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina sejak tahun 2025.
Suara.com - Nanik S Deyang resmi melepaskan jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan berat ini harus diambil lantaran ia mengalami gangguan kesehatan pada bagian jantung, yang mengharuskannya untuk fokus pada proses pemulihan dan menjalani serangkaian pengobatan ke luar negeri.
Langkah pengunduran diri ini terbilang mengejutkan, mengingat Nanik baru memimpin institusi tersebut selama kurang lebih 1,5 bulan setelah dilantik secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 8 Juni 2026.
Nanik mengungkapkan bahwa permohonan pamit tersebut telah ia sampaikan secara personal kepada Presiden.
"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya," tulis Nanik dalam keterangannya.
Merespons keputusan tersebut, Presiden Prabowo dikabarkan memaklumi dan menyetujui pengunduran dirinya atas dasar keprihatinan terhadap kondisi fisik Nanik. Meski demikian, Presiden tetap menaruh kepercayaan dan memintanya untuk turut memantau jalannya operasional BGN dari luar struktur.
Tepat di hari pengumuman mundurnya, Nanik langsung bertolak ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan. Ia menegaskan bahwa pilihan berobat ke luar negeri ini murni untuk mencari second opinion atau pandangan medis alternatif atas saran seorang kolega, bukan karena meragukan kompetensi para dokter spesialis di Indonesia.
Tetap Duduki Kursi Komisaris Pertamina
Kendati telah melepaskan tanggung jawab di Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang diketahui masih berstatus aktif sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero). Posisi strategis di jajaran dewan pengawas perusahaan migas pelat merah tersebut telah diembannya sejak 12 Juni 2025 atas amanat dari Menteri BUMN untuk memastikan penerapan tata kelola korporasi yang sehat.
Perbandingan Jomplang Gaji BGN dan Pertamina
Terdapat selisih nominal kompensasi yang sangat mencolok antara jabatan sebagai pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional dibandingkan dengan posisi Komisaris di PT Pertamina.
Penghasilan Sebagai Kepala BGN Kompensasi yang diterima sebagai Kepala BGN memiliki standar yang setara dengan fasilitas menteri negara, yakni total penerimaan tunai sekitar Rp18,6 juta setiap bulannya. Rincian fasilitas tersebut meliputi:
Gaji pokok bulanan sebesar Rp5.040.000.
Tunjangan jabatan dan tunjangan representasi yang berkisar di angka Rp13.608.000.
Fasilitas penunjang operasional berupa kendaraan dinas, rumah jabatan, serta asuransi kesehatan.
Kompensasi Fantastis Komisaris Pertamina Di sisi lain, penghasilan sebagai dewan komisaris di Pertamina menembus angka miliaran rupiah. Merujuk pada aturan Kementerian BUMN, struktur gajinya dipersentasekan dari gaji Direktur Utama Pertamina (yang ditaksir menyentuh Rp300 juta hingga Rp400 juta per bulan). Berikut rincian estimasi kompensasinya:
Baca Juga: Alasan Nanik S Deyang Mundur dan Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Honorarium Pokok: Anggota komisaris menerima 90% dari porsi honor Komisaris Utama (di mana Komisaris Utama menerima 45% dari gaji Dirut). Total pundi-pundi pendapatan tahunan dari honorarium ini diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar hingga Rp1,7 miliar.
Tunjangan Transportasi: Anggota mendapatkan tambahan sebesar 20% dari nilai honorarium bulanan.
Tunjangan Hari Raya (THR): Diberikan sebesar satu kali nilai honorarium bulanan penuh.
Asuransi Purna Jabatan: Fasilitas premi dengan batas maksimal hingga 25% dari akumulasi honorarium selama satu tahun.
Tantiem (Insentif Kinerja Akhir Tahun): Bonus yang disesuaikan dengan capaian laba bersih perusahaan dan disahkan dalam RUPS, dengan taksiran nilai yang bisa menyentuh Rp2 miliar hingga lebih dari Rp5 miliar per orang dalam setahun.
Berita Terkait
-
Siapa itu Sudaryono Kepala BGN? Ini Profil, Silsilah Keluarga, dan Kekayaannya
-
Sudaryono dari Partai Apa? Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru
-
Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja
-
Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Bawa Misi Zero Tolerance Korupsi
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Nanik Tetap Jabat Komisaris Pertamina Usai Mundur dari BGN, Tunjangannya Lebih Besar
-
Selat Hormuz Bakal Jadi 'Neraka Dunia', Ranjau Tanker Siap Meledak Kapan Saja
-
Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!
-
Siapa itu Sudaryono Kepala BGN? Ini Profil, Silsilah Keluarga, dan Kekayaannya
-
4 HP Midrange Samsung Terbaru 2026 dari Paling Murah hingga Spek Mirip Flagship
-
BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting pada Hari Anak Nasional
-
MUI Usul Zakat Jadi Kredit Pajak, Bos DJP: Harus Berlaku Adil untuk Semua Umat Beragama
-
FIGC Rela Jebol Rekening Demi Rekrut Pep Guardiola Latih Timnas Italia
-
Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak
-
JF3 Fashion Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 50 Desainer Dunia