- GeoPix Annisa Rahmawati menyatakan konservasi harus berpihak pada kelestarian alam, satwa, dan manusia di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
- Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers peluncuran laporan dampak asap terhadap Gajah Sumatera di Cikini Raya.
- Annisa menegaskan manusia wajib melindungi lingkungan karena kelangsungan hidup umat manusia sangat bergantung pada kondisi alam.
Suara.com - Senior Wildlife Campaigner GeoPix Annisa Rahmawati menegaskan konservasi harus memiliki keberpihakan terhadap alam dan lingkungan.
Menurutnya, unsur satwa, manusia, dan alam perlu ditempatkan dalam satu perhatian ketika membahas konservasi.
“Kalau di, istilahnya di taruh semua, oke satwa, kemudian manusia, kemudian alam ya harus, kita harus berpihak pada alam, pada lingkungan,” kata Annisa dalam konferensi pers peluncuran laporan Bernapas Dalam Asap dan dampaknya terhadap Gajah Sumatera di Cikini Raya, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Annisa menilai keberpihakan terhadap alam merupakan hal penting karena kehidupan manusia juga bergantung pada kondisi lingkungan.
Menurutnya, manusia tidak dapat hidup tanpa keberadaan alam.
“Kenapa? Tanpa itu kita, gak akan bisa hidup gitu,” ujarnya.
Karena itu, Annisa menilai konservasi tidak seharusnya dijalankan dengan hanya mempertimbangkan kepentingan masing-masing pihak.
Ia menekankan konservasi harus memiliki keberpihakan.
“Dan konservasi itu harus ada keberpihakan, tidak boleh konservasi kemudian memikirkan punya gimana masing-masing ya, tidak bisa gitu,” katanya.
Annisa kemudian menegaskan bahwa keberpihakan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan satwa.
“Karena konservasi itu membicarakan tentang keberpihakan kita, terhadap kelestarian lingkungan, terhadap satwa,” tandasnya. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)