Bisnis / Keuangan
Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:43 WIB
Rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pada Jumat, 24 Juli 2026, rupiah dibuka melemah ke level Rp17.979 per dolar Amerika Serikat.
  • Pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen global akibat kenaikan harga minyak dunia dari eskalasi geopolitik Timur Tengah.
  • Rupiah mencatatkan pelemahan terdalam di Asia sebesar 0,23 persen dibanding beberapa mata uang negara tetangga.

Suara.com - Rupiah belum bisa bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terus berada di zona merah di pasar keuangan.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Jumat 24 Juli 2026 dibuka ke level Rp17.979 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 19 poin atau 0,11 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.936 per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini disebabkan oleh sentimen global. Lantaran, harga minyak dunia yang naik memberikan tekanan pada mata uang Garuda.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off oleh eskalasi geopolitik terbaru di Timteng yang melejitkan harga minyak mentah dunia. Range 17900-18050," katanya saat dihubungi Suara.com.

Selain itu, beberapa mata uang Asia juga mengalami pelemahan. Rupiah mencatat pelemahan terdalam yakni 0,23 persen, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,13 persen, dolar Taiwan melemah 0,10 persen.

Lalu ada peso Filipina melemah 0,10 persen, dolar Hong Kong melemah 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,008 persen dan yuan China yang melemah 0,003 persen.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea menguat 0,83 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen dan baht Thailand yang menguat 0,03 persen.

Load More