- Nilai tukar rupiah melemah sebesar 0,27 persen ke level Rp18.116 per dolar AS pada Senin, 13 Juli 2026.
- Pelemahan dipicu sentimen global akibat meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
- Eskalasi konflik tersebut menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia serta memicu pelemahan pada berbagai mata uang Asia.
Suara.com - Mata uang Garuda berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah pun masuk zona merah di awal pekan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Senin 13 Juli 2026 dibuka ke level Rp18.116 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 51 poin atau 0,27 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.062 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dinilai Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, berasal dari sentimen global. Salah satunya meningkatnya tensi global Amerika Serikat dengan Iran
"Rupiah melemah terhadap dolar AS yang menguat terhadap seluruh mata uang di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia mengataka, meningkatkan eskalasi politik Iran dan Amerika terus menyebabkan kenaikan pada harga minyak.
" Hal ini menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia. Range 18000-18150," tambahnya.
Sementara itu, mata uang Asia juga bergerak melemah. Rinciannya, won Korea Selatan menjadi mata uang yang melemah paling dalam dengan anjlok 0,42 persen. Diikuti oleh baht Thailand 0,28 persen.
Lalu ada yen Jepang juga turun 0,23 persen. Disusul oleh dolar Singapura anjlok 0,18 persen. Ditambah ringgit Malaysia yang juga merosot ke level 0,14 persen dan peso Filipina yang melemah 0,11 persen. Sedangkan dolar Taiwan menguat terhadap dolar Amerika Serikat yang mencapai 0,19 persen.
Baca Juga: IHSG Diramal Bergerak Terbatas, Saham Apa yang Paling Cuan?
Berita Terkait
-
Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980
-
Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.
-
Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade
-
Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor
-
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang
-
Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi, Bisa Bawa Hingga 64 Kg
-
Patra Jasa Perkuat Strategi ESG Lewat Dekarbonisasi
-
Dari Pacific Place hingga Ritz-Carlton, Ini Deretan Properti Mewah Milik Tan Kian
-
Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan, Dugaan Kredit Bermasalah Tembus Rp5,8 Miliar
-
Siapa Tan Kian? Bos Pacific Place dan JW Marriott yang Kembali Jadi Sorotan
-
Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!
-
Emiten Mark Dynamics Optimis Kinerja Kuartal I Tumbuh di Tengah Pemulihan Industri Sarung Tangan