Bisnis / Makro
Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ekonomi bukanlah ilmu dewa hingga hanya bisa dipahami segelintir orang. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Prabowo: Ekonomi itu sederhana, bukan ilmu "dewa-dewa".
  • Analogi warung kopi jelaskan konsep untung dan pengelolaan usaha.
  • Prabowo minta kekayaan RI disimpan di dalam negeri untuk rakyat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ekonomi bukanlah ilmu dewa hingga hanya bisa dipahami segelintir orang. Menurutnya, prinsip dasar ekonomi sesungguhnya sangat sederhana dan dapat dicontohkan melalui aktivitas sehari-hari seperti mengelola warung kopi.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (23/7/2026) malam, Prabowo mengingatkan agar masyarakat tidak memandang ekonomi sebagai "ilmu tingkat dewa".

"Ekonomi itu jangan dianggap ilmu dewa-dewa gitu. Ekonomi itu sederhana," kata Prabowo.

Untuk menggambarkan pandangannya, Prabowo menggunakan ilustrasi seorang pemilik warung kopi. Menurutnya, pelaku usaha hanya perlu mengetahui besaran modal untuk membuat secangkir kopi, kemudian menentukan harga jual agar memperoleh keuntungan.

"Ekonomi itu sederhana. Kalau ibu buka warung ya itu ekonomi. Satu cangkir kopi modalnya berapa? Dijual berapa? Selisihnya itu untung," ujarnya.

Prabowo kemudian mengaitkan analogi tersebut dengan pengelolaan kekayaan nasional. Ia menilai selama ini hasil kekayaan Indonesia masih banyak mengalir ke luar negeri sehingga manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

"Untung ditabung. Indonesia ini kekayaannya dibawa ke luar dan tidak ditabung-tabung karena tidak ada di Indonesia," tegasnya.

Karena itu, Prabowo menilai pengelolaan sumber daya dan kekayaan nasional harus diarahkan agar tetap berada di dalam negeri sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, tidak masuk akal jika kekayaan yang dihasilkan bangsa justru lebih banyak dinikmati pihak di luar Indonesia, sementara masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Baca Juga: Purbaya Janji Tambah Anggaran TKD 2026 Usai Dikeluhkan Pemda, Tapi Izin Prabowo Dulu

"Bagaimana kita bisa memberi kehidupan layak kepada rakyat kita kalau kekayaan kita diambil terus, dibawa ke luar negeri dan tidak dinikmati oleh rakyat kita. Ini tidak masuk akal. Di mana ada ilmu ini? Ibu-ibu, bapak-bapak kalau punya usaha, kalau punya warung, habis jualan kopi uangnya ditaruh dan disimpan. Benar, Ibu-ibu? Betul. Masa habis jualan kopi uangnya dibawa? Di mana itu?" pungkas Prabowo.

Load More