- Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.963 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026.
- Pelemahan dipicu sentimen global, eskalasi Timur Tengah, lonjakan minyak, dan aliran keluar dana asing.
- Beberapa mata uang Asia lain turut melemah, sementara sebagian mata uang kawasan lainnya mengalami penguatan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah melempem hingga akhir pedagangan, Jumat, 24 Juli 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 17.963 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Garuda ini melemah 27 poin atau 0,15 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.936 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah ini disebabkan oleh sentimen global, terutama harga minyak dunia.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia serta mendorong sentimen risk-off di pasar global maupun domestik," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
Lukman mengatakan, tekanan terhadap rupiah semakin besar seiring derasnya arus keluar dana asing (foreign outflow) dari pasar keuangan Indonesia. Hal ini membuat sentimen negatif mata uang Garuda melemah.
"Rupiah diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian domestik dan global," jelasnya.
Selain itu, beberapa mata uang Asia juga mengalami pelemahan. Salah satunya dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,29 persen.
Kemudian, peso Filipina yang sudah ditutup tertekan 0,14 persen dan ringgit Malaysia turun 0,09 persen. Diikuti, dolar Hong Kong melemah tipis 0,01 persen.
Sedangkan,won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,76 persen.
Baca Juga: Kegiatan Usaha PFII Pakai Dolar AS, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah di Tengah Pelemahan
Lalu, baht Thailand yang menanjak 0,31 persen dan rupee India terkerek 0,08 persen. Disusul, dolar Singapura terangkat 0,07 persen. Berikutnya, yen Jepang terapresiasi 0,04 persen dan yuan China menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkara Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Nyaris ke Level Rp18.000 Lagi
-
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
-
Kucing-kucingan dengan Media! Eks Jampidsus Febrie Dicecar Tim 9 Kejagung Soal Timbunan Emas 74 Kg
-
Review Lelaki-Lelaki Tanpa Perempuan: Tujuh Kisah Tentang Sepi dan Kehilangan
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor
-
Indosat Optimalkan Spektrum 700 MHz Perluas Jaringan 5G, Sinyal Indoor dan Fokus Wilayah Terpencil
-
Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik
-
Sisi Lain The East Palace: Banjir Plot Twist, Siapa Arwah Kolam Sebenarnya?
-
Xiaomi Watch 5 dan Smart Band 10 Pro Resmi Meluncur, AI Personal Trainer Bikin Olahraga Lebih Cerdas