Bisnis / Makro
Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:52 WIB
Ilustrasi jualan online. Foto: Pedagang menjual pakaian secara daring melalui sosial media Tik-tok Live di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (19/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menyatakan pendampingan legalitas dan pelatihan konten video penting untuk daya saing.
  • Tokopedia dan TikTok Shop mengadakan acara Kumitra Jambore 2026 di Yogyakarta untuk memperkuat ekosistem UMKM lokal.
  • Penggunaan video pendek dan sesi siaran langsung terbukti meningkatkan jumlah pesanan UMKM secara signifikan.

Suara.com - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza mengungkapkan kalau pendampingan legalitas usaha dan pelatihan konten video membantu meningkatkan daya saing pengusaha mikro lokal di era digital.

Ia menyebut, konten berupa video pendek dan sesi LIVE terbukti mendorong kenaikan pesanan UMKM lokal masing-masing hingga 59 persen dan 135 persen lewat platform seperti Tokopedia dan TikTok Shop.

Wamen UMKM mengapresiasi konsistensi Tokopedia dan TikTok Shop dalam mendukung langkah strategis Pemerintah guna memperkuat kapabilitas pengusaha UMKM untuk terus naik kelas di era digital.

Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Vonny Susamto (kiri) dan Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia (UMKM RI) Helvi Yuni Moraza (kanan), menghadiri peresmian Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) dalam acara Kemudahan Usaha Mikro Bermitra (Kumitra) Jambore 2026 di Teras Malioboro, Yogyakarta (17/7/2026). [Dok. Tokopedia]

Menurutnya, pentingnya kolaborasi lintas instansi maupun industri dalam menciptakan ekosistem yang utuh bagi pengusaha UMKM untuk bertumbuh, berkembang, naik kelas dan usaha berkelanjutan.

"Platform e-commerce seperti Tokopedia dan TikTok Shop adalah salah satu elemen mitra strategis dalam penguatan UMKM. Komitmen untuk hadir langsung menunjukkan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi bisnis agar makin banyak pengusaha UMKM dapat #JualanNyaman, berdaya saing, dan tumbuh berkelanjutan seiring perkembangan zaman," kata Helvi dalam siaran pers, Jumat (24/7/2026).

Sementara itu, Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto menyampaikan, dukungan ini pun ditujukan memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia.

Dalam sambutan di salah satu rangkaian acara Kumitra Jambore 2026 yaitu "Waktunya STARt! Jadi Juragan UMKM: #JualanNyaman bersama Tokopedia & TikTok Shop", Vonny menegaskan pentingnya keterampilan membuat konten, baik video pendek maupun sesi LIVE, di era discovery commerce.

Vonny menuturkan, pemanfaatan fitur LIVE dan video pendek terus meningkat di kalangan penjual dan/atau affiliate di Tokopedia dan TikTok Shop. Di kuartal I 2026, jumlah sesi LIVE meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan mendorong kenaikan pesanan sebesar 59 persen.

Sementara itu, jumlah video pendek meningkat 79 persen dengan pertumbuhan pesanan mencapai 135 persen.

Baca Juga: Shepreneur Learning Series bantu wirausaha perempuan tingkatkan daya saing usaha

Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto menjelaskan, sebagai salah satu sentra UMKM terbesar di Indonesia dengan 347.744 UMKM, yang didominasi oleh 329.487 usaha mikro, Yogyakarta memiliki potensi besar untuk terus tumbuh di era digital. [Dok. Tokopedia]

"Lewat sinergi Tokopedia dan TikTok Shop serta didukung oleh kekuatan penemuan (the power of discoverability) TikTok, pengusaha UMKM khususnya mikro di Indonesia, termasuk di Yogyakarta, diharapkan bisa terus bertumbuh dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan," beber dia.

Selain menghadirkan pelatihan pembuatan konten video, Tokopedia dan TikTok Shop juga melakukan pendampingan pengurusan legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB).

Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang diwakilkan oleh Esti Aprilia Kurniawati selaku Analis Perdagangan Kemendag.

"Selama ini saya belum mengurus legalitas usaha karena tidak tahu harus mulai dari mana. Pendampingan seperti ini sangat membantu karena prosesnya menjadi lebih jelas dan saya jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha dan #JualanNyaman ke depannya," ujar salah satu peserta, Arom Melawati, pemilik Ar-H Batik.

"Selama ini saya masih mengandalkan foto produk untuk berjualan. Melalui pelatihan ini, saya jadi lebih memahami cara membuat konten video yang menarik agar produk saya lebih mudah ditemukan dan dikenal oleh lebih banyak pelanggan," ujar salah satu peserta pelatihan yang merupakan pengusaha batik, Guslim sekaligus pemilik Collins Gallery 2020.

Load More