Bisnis / Makro
Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:32 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/7/2026). [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan tidak membubarkan DJBC Kemenkeu karena adanya perbaikan kinerja lembaga.
  • Penerimaan negara tumbuh di atas enam persen serta penindakan barang ilegal meningkat berkat regulasi kendaraan baru.
  • Presiden Prabowo Subianto mengindikasikan kepuasan dan meminta lembaga tersebut diperbaiki sehingga dipastikan tetap bertahan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk tidak membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah melihat adanya perbaikan.

Menkeu Purbaya menilai kalau pihaknya sudah evaluasi itu dilakukan lewat banyaknya rotasi para pimpinan Bea Cukai yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

"Dan sekarang yang di pucuk-pucuk kepemimpinannya sudah orang-orang yang relatif baik, lebih baik, dan mereka tahu kalau mereka enggak baik mereka akan dibubarkan," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2027 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (24/7/2026).

Kinerja lembaga tersebut juga terlihat dari pertumbuhan penerimaan melebihi 6 persen, bahkan hampir 7 persen. Selain itu, produk ilegal seperti pakaian bekas impor (balpres), barang selundupan, hingga rokok ilegal juga mulai banyak penindakan.

Bendahara Negara mengungkapkan, banyaknya penindakan barang ilegal terjadi setelah adanya peraturan baru. Jika aturan lama hanya menyita barang, di regulasi baru Bea Cukai kini juga menyita kendaraannya seperti truk.

"Kita ubah sedikit lah. Setiap truk atau kendaraan dilakukan praktik ilegal tahan dulu sampai clear betul. Tapi saya tahan betul supaya cost untuk melakukan praktik ilegal itu menjadi mahal. Jadi sekarang di seluruh kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia mungkin itu penuh dengan truk-truk atau mobil-mobil yang mengangkut barang ilegal itu," papar dia.

Suasana konferensi pers terkait pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional melalui jalur udara dari Bandara Kuala Lumpur, Malaysia tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, di Kantor Bea Cukai Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/7/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi]

Kinerja lainnya juga terlihat dari bandara dan pelabuhan, di mana Purbaya mengklaim banyaknya penyelundupan emas yang berhasil ditangani Bea Cukai.

Tak cuma itu, Purbaya menyebut kalau Presiden RI Prabowo Subianto juga mengindikasikan puas dengan perbaikan kinerja Bea Cukai saat ini. Hal itu terlihat dari beberapa arahan yang pernah dia sampaikan saat Rapat Kabinet.

Jika sebelumnya Prabowo terus bilang bubarkan Bea Cukai, Purbaya mengaku kalau saat ini Presiden meminta lembaga tersebut untuk diperbaiki.

Baca Juga: Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?

"Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita. Jadi kemungkinannya sih Bea Cukai akan tetap bertahan," jelasnya.

Load More