- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan tidak membubarkan DJBC Kemenkeu karena adanya perbaikan kinerja lembaga.
- Penerimaan negara tumbuh di atas enam persen serta penindakan barang ilegal meningkat berkat regulasi kendaraan baru.
- Presiden Prabowo Subianto mengindikasikan kepuasan dan meminta lembaga tersebut diperbaiki sehingga dipastikan tetap bertahan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk tidak membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah melihat adanya perbaikan.
Menkeu Purbaya menilai kalau pihaknya sudah evaluasi itu dilakukan lewat banyaknya rotasi para pimpinan Bea Cukai yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
"Dan sekarang yang di pucuk-pucuk kepemimpinannya sudah orang-orang yang relatif baik, lebih baik, dan mereka tahu kalau mereka enggak baik mereka akan dibubarkan," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2027 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (24/7/2026).
Kinerja lembaga tersebut juga terlihat dari pertumbuhan penerimaan melebihi 6 persen, bahkan hampir 7 persen. Selain itu, produk ilegal seperti pakaian bekas impor (balpres), barang selundupan, hingga rokok ilegal juga mulai banyak penindakan.
Bendahara Negara mengungkapkan, banyaknya penindakan barang ilegal terjadi setelah adanya peraturan baru. Jika aturan lama hanya menyita barang, di regulasi baru Bea Cukai kini juga menyita kendaraannya seperti truk.
"Kita ubah sedikit lah. Setiap truk atau kendaraan dilakukan praktik ilegal tahan dulu sampai clear betul. Tapi saya tahan betul supaya cost untuk melakukan praktik ilegal itu menjadi mahal. Jadi sekarang di seluruh kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia mungkin itu penuh dengan truk-truk atau mobil-mobil yang mengangkut barang ilegal itu," papar dia.
Kinerja lainnya juga terlihat dari bandara dan pelabuhan, di mana Purbaya mengklaim banyaknya penyelundupan emas yang berhasil ditangani Bea Cukai.
Tak cuma itu, Purbaya menyebut kalau Presiden RI Prabowo Subianto juga mengindikasikan puas dengan perbaikan kinerja Bea Cukai saat ini. Hal itu terlihat dari beberapa arahan yang pernah dia sampaikan saat Rapat Kabinet.
Jika sebelumnya Prabowo terus bilang bubarkan Bea Cukai, Purbaya mengaku kalau saat ini Presiden meminta lembaga tersebut untuk diperbaiki.
Baca Juga: Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?
"Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita. Jadi kemungkinannya sih Bea Cukai akan tetap bertahan," jelasnya.
Berita Terkait
-
Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?
-
Terancam Gagal Bayar, Purbaya Siapkan Tambahan Anggaran Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan
-
Kegiatan Usaha PFII Pakai Dolar AS, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah di Tengah Pelemahan
-
Purbaya Janji Tambah Anggaran TKD 2026 Usai Dikeluhkan Pemda, Tapi Izin Prabowo Dulu
-
Demi Saingi Singapura-Dubai, Purbaya Kasih Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun ke Investor PFII
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pemprov Sulsel Ganti Rugi Lahan Bandara Bua Rp17,5 Miliar
-
Purbaya Batal Bubarkan Bea Cukai, Klaim Kinerjanya Sudah Diakui Prabowo
-
Ulasan Juvenile Justice: Paradoks Keadilan dalam Sistem Peradilan Anak
-
Langsung Dimusnahkan Tim Gegana, Tiga Bom Pipa Ditemukan di Lokasi Pascabentrok Adonara
-
Misteri Bau Menyengat di Gunung Kendil: Akhir Pilu Pencarian Munajat di Dasar Jurang 12 Meter
-
Bitcoin hingga Ethereum Melemah, Indeks Kripto CFX10 Turun ke Level 776,51
-
Dibentuk Era Prabowo, Kuliah di Universitas Republik Indonesia Apakah Gratis?
-
5 Sunscreen Mengandung Salicylic Acid untuk Kulit Berjerawat sesuai Review dan Harga
-
Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?
-
Indonesia Geram Tanker Arab Saudi Dirudal di Laut Merah: Itu Pelanggaran Hukum Internasional