Bisnis / Keuangan
Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:21 WIB
Pengunjung bertransaksi emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam), Jakarta. [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt/am]
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam naik Rp7.000 jadi Rp2.612.000 per gram.
  • Buyback ikut naik Rp7.000 menjadi Rp2.352.000 per gram.
  • Buyback di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5%.

Suara.com - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menguat pada perdagangan Sabtu (25/7/2026) setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi tajam. Kenaikan ini memberi angin segar bagi investor logam mulia yang sempat melihat harga emas terperosok hingga Rp 35.000 per gram.

Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam, harga emas 24 karat naik Rp 7.000 per gram menjadi Rp 2.612.000 per gram. Meski belum mampu menutup seluruh penurunan pada hari sebelumnya, kenaikan ini menunjukkan harga emas mulai kembali bergerak positif.

Untuk pecahan terkecil, emas 0,5 gram kini dibanderol Rp 1.356.000. Sementara itu, emas ukuran 10 gram dijual Rp 25.615.000, sedangkan emas batangan terbesar seberat 1 kilogram dipatok Rp 2.552.600.000.

Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp 2.601.000 hingga Rp 2.640.000 per gram. Adapun sepanjang satu bulan terakhir, harga logam mulia tersebut berada pada rentang Rp 2.601.000 hingga Rp 2.670.000 per gram, mencerminkan volatilitas yang masih cukup tinggi.

Tak hanya harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam juga ikut naik Rp 7.000 per gram menjadi Rp 2.352.000 per gram. Harga buyback merupakan acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan mereka kepada Antam.

Investor juga perlu memperhatikan ketentuan perpajakan saat melakukan transaksi buyback. Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5%, yang akan dipotong langsung dari total nilai transaksi.

Kenaikan harga emas hari ini menjadi sinyal pemulihan setelah koreksi tajam sehari sebelumnya. Namun, pergerakan emas masih berada dalam fase fluktuatif sehingga investor disarankan tetap mencermati perkembangan harga global dan nilai tukar rupiah sebelum mengambil keputusan investasi.

Load More