Anak Eks Menkeu: Gaji Kecil, Kerja Nonstop Ngurusin Negara Bawahan Korup

Selasa, 15 September 2026 | 07:52 WIB
Yudo Sadewa, anak Menteri Keuangan Purbaya yang mengaku tak terlalu memikirkan depresiasi rupiah karena pembayaran kuliahnya dilakukan menggunakan Bitcoin. Tangkapan Layar YouTube Samuel Christ.
  • Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan di Jakarta pada Senin, 14 September 2026.
  • Putra Purbaya, Yudo Achilles Sadewa, meluapkan sindiran di media sosial bahwa pencopotan tersebut memberi kebebasan berekspresi secara pribadi.
  • Yudo juga membandingkan gaji menteri yang kecil dengan pendapatan trader swasta serta menyinggung adanya bawahan yang korupsi.

Suara.com - Reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini tidak hanya mengguncang peta politik nasional, tetapi juga memicu gelombang perbincangan panas di jagat maya. Keputusan mendadak Kepala Negara untuk mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi strategis sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia langsung diwarnai dengan respons mengejutkan dari pihak keluarga.

Perhatian publik salah satunya tertuju pada reaksi Yudo Achilles Sadewa, putra dari Purbaya. Yudo melontarkan berbagai sindiran tajam dan blak-blakan melalui platform media sosial.

Luapan emosi dan pandangan Yudo Sadewa pertama kali mencuat melalui fitur Insta Story di akun Instagram pribadinya pada Senin (14/9/2026).

Tangkapan layar dari unggahan tersebut menyebar dengan sangat cepat di berbagai platform media sosial hingga menjadi topik viral. Dalam pandangannya, pencopotan sang ayah justru membawa sebuah kelegaan tersendiri bagi kehidupan pribadinya.

Status barunya yang kini kembali menjadi warga negara biasa tanpa bayang-bayang label keluarga birokrat membuatnya merasa memiliki ruang kebebasan berekspresi yang jauh lebih luas. Ia tidak perlu lagi menjaga tutur kata demi melindungi citra institusi yang sebelumnya dipimpin oleh ayahnya.

"Sekarang Yudo sudah bukan anak menteri, jadi boleh bebas asbun ya," tulis Yudo Sadewa dalam unggahannya.

Sindiran Keras Seputar Gaji dan Integritas Birokrasi

Pernyataan Yudo tidak berhenti pada euforia kebebasan berpendapat. Ia secara spesifik menyinggung Purbaya selama menjabat di Kabinet Merah Putih. Yudo memberikan perbandingan yang sangat kontras antara potensi finansial bekerja di sektor swasta, khususnya sebagai seorang trader di pasar keuangan, dibandingkan dengan pengabdian di kursi pemerintahan.

Komentar ini menyoroti bagaimana keahlian mengelola keuangan di sektor privat sejatinya bisa mendatangkan keuntungan finansial yang jauh lebih fantastis bagi sang ayah, tanpa harus memusingkan tekanan politik tingkat tinggi.

"Pensiun saja dari politik, enak jadi trader gajinya miliaran per bulan," lanjutnya.

Lebih jauh lagi, respons menohok anak eks Menkeu ini menyentuh ranah yang sangat sensitif terkait integritas birokrasi di Indonesia.

Komentar akun Instagram Yudo Sadewa usai Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari Menkeu, Senin (14/9/2026). [Instagram @bc.8a41121a]

Yudo secara gamblang mengungkapkan betapa besarnya pengorbanan waktu dan tenaga seorang menteri, yang ternyata tidak sebanding dengan kompensasi finansial maupun realitas lingkungan kerja di lapangan. Ia menyinggung adanya oknum-oknum di lapis bawah yang justru merusak tatanan kementerian.

"Jadi menteri gaji kecil, kerjanya nonstop ngurusin negara yang bawahan korup," tuturnya.

Latar Belakang Pencopotan di Tengah Rapat Penting

Reaksi keras ini muncul setelah proses pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa berlangsung dengan ritme yang sangat cepat dan di luar dugaan.

Pada Senin (14/9/2026) pagi, Purbaya masih menjalankan fungsinya sebagai bendahara negara. Ia diketahui sedang menghadiri agenda rapat kerja yang krusial bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta.

Kurang dari satu jam berselang, dinamika politik tersebut mencapai puncaknya. Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengambil sumpah jabatan Suahasil Nazara untuk mengambil alih tongkat komando pengelolaan fiskal negara, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Purbaya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com