Ketahanan tersebut semakin diperkuat oleh pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio bank only sebesar 242 persen, sehingga memberikan ruang yang kuat bagi perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan sekaligus menjaga resiliensi terhadap dinamika pasar ke depan.
Sedangkan Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengungkapkan, guna memastikan setiap ekspansi yang dilakukan telah mengantisipasi dinamika pasar, pihaknya juga disiplin menerapkan manajemen risiko yang ketat sebagai bentuk prudential banking atau prinsip kehati-hatian perbankan.
"Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," ungkap Danis.
Pada saat yang sama, ekspansi kredit yang terjaga kualitasnya ini turut diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas pemerintah yang berdampak langsung ke sektor riil dan masyarakat luas di seluruh negeri.
Peran ESG Diperkuat sebagai Penggerak Pertumbuhan Berkelanjutan
Selain memastikan kualitas aset terjaga di level yang sehat, Danis juga menyebutkan, Bank Mandiri konsisten mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi dan proses bisnis melalui tiga pilar utama yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.
Menurutnya, pada pilar Sustainable Banking, portofolio pembiayaan berkelanjutan hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp327 triliun atau tumbuh 7,5 persen YoY, terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp173 triliun yang meningkat 9,8 persen YoY serta portofolio sosial sebesar Rp155 triliun yang naik 5,0 persen YoY.
Pada kuartal ini, perseroan memperoleh social loan yang dijamin Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), bagian dari World Bank Group, senilai USD750 juta. Ini menjadi transaksi MIGA pertama dengan lembaga keuangan di ASEAN, yang dananya diarahkan untuk mendukung pembiayaan UMKM, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), sekaligus memperkuat inklusi keuangan bagi UMKM yang dikelola perempuan.
Pada pilar Sustainable Operation, Bank Mandiri berhasil menurunkan emisi operasional melalui penggunaan 626 kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, pemasangan 870 panel surya, serta penyediaan 33 charging station. Pada pilar Sustainability Beyond Banking, inklusi keuangan diperkuat melalui Livin' Merchant, dengan 63 persen penggunanya berada di daerah non-urban, serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mencakup Mandiri Donor Darah, Buku Mandiri untuk Negeri, Mandiri Berbagi Sembako, Mandiri Sahabat Desa, dan Mandiri Bakti Kesehatan.
Komitmen ini diperkuat lewat fitur keberlanjutan bagi segmen ritel, yaitu Livin' Planet, yang sejak April 2026 memungkinkan nasabah membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan diperdagangkan melalui IDXCarbon.
“Fundamental yang kokoh ini menjadi bekal kami untuk terus tumbuh, memperdalam penetrasi ekosistem Mandiri Group, serta menghadirkan layanan finansial yang menyeluruh bagi masyarakat dan pelaku usaha. Dengan begitu, kami optimistis Bank Mandiri akan terus menjadi pemimpin nasional sejalan dengan visi The Best Financial Institution in Southeast Asia, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkas Riduan menegaskan. ***
Baca Juga: Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia
Berita Terkait
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 24,4 Persen, Kredit Meningkat 19.9 Persen
-
Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
-
Sunscreen Ozzaskin untuk Umur Berapa? Biasa Dipakai Ayu Ting Ting dan Bilqis ke Sekolah
-
Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku
-
5 Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Gemini yang Sedang Marah dan Ngambek
-
Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja? Menggugat Obsesi pada Produktivitas
-
76 Ketua RT dan RW di Pekanbaru Resmi Dilantik, Bakal Ikuti Retret
-
Kasus Febrie Adriansyah Disorot Media Asing: Ujian Serius Pemerintahan Prabowo
-
Mendagri Tito Wisuda 1.404 Praja IPDN, Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas