- Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong alumni KIP Kuliah sukses membantu mahasiswa lain.
- Pemerintah berencana membentuk wadah khusus bagi alumni KIP Kuliah untuk menghimpun dana dan menyalurkan beasiswa lanjutan secara terstruktur.
- Kementerian Diktisaintek meluncurkan layanan digital Satu Beasiswa Indonesia guna mempermudah akses informasi berbagai program bantuan pendidikan.
Suara.com - Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong para alumni penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) yang telah berhasil dan memiliki penghasilan ikut membantu mahasiswa lain yang membutuhkan.
Menurut Brian, alumni penerima beasiswa dapat kembali berkontribusi dengan memberikan beasiswa kepada generasi setelah mereka. Dengan begitu, bantuan pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun lembaga pemberi beasiswa lainnya.
"Kita mendorong, menstimulus, yang dulunya penerima beasiswa, untuk juga jangan lupa kalau sudah jadi orang berhasil, bantu dong adik-adik kelasnya. Jadi barangkali beasiswa KIP K ini kan sudah banyak yang lulus, sudah banyak yang bekerja, sudah ada yang berhasil," kata Brian di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Brian mengatakan, pemerintah tengah membayangkan adanya wadah yang memungkinkan alumni penerima KIP Kuliah yang sudah sukses untuk menghimpun dana dan kembali menyalurkannya sebagai beasiswa.
Ia menyebut skema tersebut sebagai satu bentuk keberlanjutan dari semangat saling membantu antarmahasiswa penerima beasiswa.
"Barangkali kita bisa bikin satu chamber dari KIP K untuk KIP K. Jadi yang sudah sukses-sukses, dia mengumpulkan juga, beasiswa kita salurkan juga," ujarnya.
Menurut Brian, keterlibatan alumni tersebut diharapkan dapat memperluas jumlah mahasiswa yang mendapatkan bantuan pendidikan.
"Nah, dengan begitu, tentu akan semakin banyak (penerima beasiswa), sehingga kebiasaan kita sejak dulu, gotong-royong, saling tolong-menolong, itu lebih terstruktur," katanya.
KIP Kuliah merupakan program bantuan pendidikan yang ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Brian juga menyoroti masih banyaknya kebutuhan beasiswa di Indonesia. Di sisi lain, sumber pemberi beasiswa juga beragam, mulai dari pemerintah hingga perguruan tinggi dan pihak lainnya.
Karena itu, Kementerian Diktisaintek meluncurkan layanan digital Satu Beasiswa Indonesia untuk menghimpun informasi berbagai program beasiswa dalam satu platform.
Layanan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pihak yang menyediakan beasiswa dengan masyarakat yang membutuhkan informasi bantuan pendidikan.