- Otoritas Jasa Keuangan mencatat sekitar 69,5 persen usaha mikro, kecil, dan menengah belum dapat mengakses pembiayaan perbankan.
- Kementerian UMKM menunjuk Credit Bureau Indonesia pada platform SAPA UMKM untuk mengintegrasikan layanan laporan profil usaha secara langsung.
- Integrasi tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 57 juta unit usaha guna membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan formal.
Suara.com - Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 69,5 persen UMKM masih belum dapat mengakses pembiayaan perbankan. Hal ini membuat pemerintah terus mengoptimalkan akses UMKM di Perbankan.
Kepala Biro Data dan Teknologi Informasi Kementerian UMKM, Anang Rachman, mengatakan bahwa tantangannya tidak hanya terletak pada akses, tetapi juga pada kesiapannya.
"Tidak hanya terletak pada akses, tetapi juga pada kesiapannya namun keterbatasan riwayat kredit, administrasi yang belum memadai, hingga minimnya visibilitas terhadap profil usaha saat mengajukan pembiayaan," katanya dalam siaran pers yang diterima, Senin (27/7/2026).
Untuk itu, Kementerian UMKM resmi menunjuk Credit Bureau Indonesia dalam Platform SAPA UMKM Kementerian UMKM. Melalui kemitraan ini, Andalan UMKM, platform milik CBI yang menyediakan laporan profil usaha akan terintegrasi secara langsung dengan SAPA UMKM.
Integrasi tersebut ditargetkan dapat menjangkau lebih dari 57 juta UMKM di seluruh Indonesia, sekaligus membantu pelaku usaha membangun profil usaha yang lebih kredibel sebagai bekal untuk mengakses pembiayaan formal.
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97 perssn tenaga kerja, yang tersebar di lebih dari 57 juta unit usaha.
Namun, SAPA UMKM hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui sebuah super app terintegrasi yang menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari akses pembiayaan, pelatihan dan edukasi, akses pasar, dukungan produktivitas, hingga informasi berbagai program pemerintah.
Melalui integrasi dengan Andalan UMKM, para pelaku usaha yang terdaftar di SAPA UMKM kini dapat memperoleh akses yang lebih mudah untuk membangun profil usaha dan meningkatkan kesiapan kredit mereka.
Bagi banyak UMKM, langkah ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kredibilitas usaha sekaligus membuka peluang memperoleh akses ke pembiayaan formal untuk pertama kalinya.
Baca Juga: QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
Ia menambahkan, melalui SAPA UMKM pemerintah ingin memastikan setiap pelaku UMKM memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pembiayaan, pendampingan, dan perlindungan usaha secara terintegrasi.
"Lebih dari itu, SAPA UMKM akan mendorong semakin banyak UMKM masuk ke dalam ekosistem digital sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usahanya," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama CBI, Anton Adiwibowo, mengatakan bahwa tantangan terbesar UMKM dalam memperoleh pembiayaan sering kali bukan terletak pada potensi usahanya, melainkan pada kesiapan data dan administrasi yang dimiliki.
Melalui integrasi Andalan UMKM ke dalam SAPA UMKM, dia menambahkan, pihaknya ingin memberikan akses bagi setiap pelaku UMKM untuk memahami profil usahanya, mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan, dan mempersiapkan diri sebelum mengajukan pembiayaan.
"Kami percaya bahwa pelaku usaha yang memahami profil usahanya akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan dan mengembangkan bisnisnya," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Dorong UMKM Naik Kelas, Road to INACRAFT 2026 Buka Peluang Tembus Pasar Lebih Luas
-
Likuiditas Bank Aman, OJK Akui Pembiayaan UMKM Masih Jadi Pekerjaan Rumah
-
Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, BSN Perkuat UMKM Halal Lewat Program TJSL
-
Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Sebanyak 69,5 Persen UMKM Kesulitan Akses Pembiyaan Perbankan, Ini Faktornya
-
Ulasan Film Smile 2: Sekuel Paling Mencekam dengan Nuansa Horor yang Pekat!
-
Fakta Baru di Sidang Pencemaran Nama Baik Heni Sagara: Pabrik Pernah Disegel dan Izin Kedaluwarsa
-
Review Buku 'Pertama, Sayangi Dirimu Lebih Dahulu': Kecil Langkahnya, Besar Dampaknya
-
Cerita UMKM Manfaatkan QRIS dan Ekosistem Digital BRI Hingga Tembus Pasar Hong Kong
-
Perry Warjiyo Mundur, Komisi XI DPR Tunggu Nama Calon Gubernur BI dari Presiden
-
Kenapa Amerika Stop Serang Iran? Hal Ini Mungkin Jadi Alasan Donald Trump
-
Bukan Sembarang Donat, Ini 5 Keunikan Kkwabaegi, Donat Kepang Khas Korea
-
4 OOTD Minimalist Casual ala Jongho ATEEZ yang Cocok Dipakai Kapan Saja!
-
4 Ide OOTD Y2K Streetwear Style ala Jennie BLACKPINK yang Cozy dan Trendi!