Bisnis / Keuangan
Senin, 27 Juli 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi bank. [Pixabay]
Baca 10 detik
  • Otoritas Jasa Keuangan mencatat sekitar 69,5 persen usaha mikro, kecil, dan menengah belum dapat mengakses pembiayaan perbankan.
  • Kementerian UMKM menunjuk Credit Bureau Indonesia pada platform SAPA UMKM untuk mengintegrasikan layanan laporan profil usaha secara langsung.
  • Integrasi tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 57 juta unit usaha guna membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan formal.

Suara.com - Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 69,5 persen UMKM masih belum dapat mengakses pembiayaan perbankan. Hal ini membuat pemerintah terus mengoptimalkan akses UMKM di Perbankan. 

Kepala Biro Data dan Teknologi Informasi Kementerian UMKM, Anang Rachman, mengatakan bahwa tantangannya  tidak hanya terletak pada akses, tetapi juga pada kesiapannya.

"Tidak hanya terletak pada akses, tetapi juga pada kesiapannya namun keterbatasan riwayat kredit, administrasi yang belum memadai, hingga minimnya visibilitas terhadap profil usaha saat mengajukan pembiayaan," katanya dalam siaran pers yang diterima, Senin (27/7/2026).

Untuk itu, Kementerian UMKM resmi menunjuk Credit Bureau Indonesia dalam Platform SAPA UMKM Kementerian UMKM. Melalui kemitraan ini, Andalan UMKM, platform milik CBI yang menyediakan laporan profil usaha akan terintegrasi secara langsung dengan SAPA UMKM. 

Integrasi tersebut ditargetkan dapat menjangkau lebih dari 57 juta UMKM di seluruh Indonesia, sekaligus membantu pelaku usaha membangun profil usaha yang lebih kredibel sebagai bekal untuk mengakses pembiayaan formal.

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97 perssn tenaga kerja, yang tersebar di lebih dari 57 juta unit usaha. 

Ilustrasi UMKM. [Istimewa]

Namun, SAPA UMKM hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui sebuah super app terintegrasi yang menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari akses pembiayaan, pelatihan dan edukasi, akses pasar, dukungan produktivitas, hingga informasi berbagai program pemerintah.

Melalui integrasi dengan Andalan UMKM, para pelaku usaha yang terdaftar di SAPA UMKM kini dapat memperoleh akses yang lebih mudah untuk membangun profil usaha dan meningkatkan kesiapan kredit mereka. 

Bagi banyak UMKM, langkah ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kredibilitas usaha sekaligus membuka peluang memperoleh akses ke pembiayaan formal untuk pertama kalinya.

Baca Juga: QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif

Ia menambahkan, melalui SAPA UMKM pemerintah ingin memastikan setiap pelaku UMKM memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pembiayaan, pendampingan, dan perlindungan usaha secara terintegrasi.

"Lebih dari itu, SAPA UMKM akan mendorong semakin banyak UMKM masuk ke dalam ekosistem digital sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usahanya," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama CBI, Anton Adiwibowo, mengatakan bahwa tantangan terbesar UMKM dalam memperoleh pembiayaan sering kali bukan terletak pada potensi usahanya, melainkan pada kesiapan data dan administrasi yang dimiliki.

Melalui integrasi Andalan UMKM ke dalam SAPA UMKM, dia menambahkan, pihaknya ingin memberikan akses bagi setiap pelaku UMKM untuk memahami profil usahanya, mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan, dan mempersiapkan diri sebelum mengajukan pembiayaan. 

"Kami percaya bahwa pelaku usaha yang memahami profil usahanya akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan dan mengembangkan bisnisnya," tegasnya.

Load More