- Persija tegaskan tak pernah ajukan IPO ke OJK maupun BEI.
- Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Persija tidak pernah mengajukan IPO.
- Bali United masih jadi satu-satunya klub sepak bola yang tercatat di BEI.
Suara.com - PT Persija Jaya Jakarta membantah kabar yang menyebut klub berjuluk Macan Kemayoran itu gagal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen menegaskan, hingga saat ini Persija bahkan belum pernah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) kepada regulator maupun BEI.
Penegasan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 351/03/PJJ-LGL/VII-2026 tertanggal 24 Juli 2026 yang ditujukan kepada Suara.com. Surat itu merupakan klarifikasi atas pemberitaan berjudul "Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia" yang tayang pada 20 Juli 2026.
Direktur PT Persija Jaya Jakarta Mohamad Prapanca menyatakan informasi yang menyebut Persija gagal IPO tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, PT Persija Jaya Jakarta tidak pernah mengajukan maupun menyampaikan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kepada Otoritas Jasa Keuangan maupun Bursa Efek Indonesia. Hal tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," demikian bunyi surat klarifikasi tersebut.
Persija menegaskan tetap menghormati peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik. Namun, perusahaan berharap setiap pemberitaan terkait aksi korporasi disusun berdasarkan informasi yang akurat, berimbang, dan telah melalui proses verifikasi.
Sebelumnya beredar informasi bahwa Persib Bandung dan Persija Jakarta termasuk dalam daftar calon emiten yang direncanakan melaksanakan IPO pada Juli 2026. Namun, dari delapan perusahaan yang disebut bersiap melantai di bursa, hanya enam yang akhirnya berhasil mencatatkan saham.
Sumber yang mengetahui proses tersebut sebelumnya menyebut Persib dan Persija belum dapat melanjutkan proses IPO karena masih terdapat sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi.
Masuknya klub sepak bola ke pasar modal dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan transparansi keuangan, serta memperluas sumber pendanaan di luar sponsor maupun penjualan tiket.
Otoritas sebelumnya juga telah menyatakan peluang klub sepak bola melakukan IPO tetap terbuka selama memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, baik dari sisi tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG), keterbukaan informasi, maupun persyaratan finansial.
Baca Juga: Persebaya Pecundangi Persija, Bernardo Tavares Bongkar Kunci Sukses Patahkan Taktik Shin Tae-yong
Hingga kini, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), pemilik klub Bali United, masih menjadi satu-satunya klub sepak bola Indonesia yang sukses mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi acuan bahwa industri olahraga memiliki peluang mengakses pasar modal apabila didukung fundamental bisnis yang kuat serta tata kelola yang memenuhi standar perusahaan terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Di Balik Jendela TransJakarta: Ada Cerita Perjuangan yang Sering Kita Lewatkan
-
Indonesia Perluas Restorasi Mangrove Lewat Proyek Karbon Biru, Sasar Hingga 70 ribu Hektare di Jawa
-
Ekosistem Merchant BRI Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Naik 76 Persen
-
7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun
-
Persija Bantah IPO, Tegaskan Belum Ajukan Pencatatan Saham ke BEI
-
Mau Ditangkap, Benjamin Netanyahu Minta Zohran Mamdani Jadi Walikota untuk Muslim Hingga Yahudi
-
BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen pada Triwulan I 2026
-
Bisnis Merchant Tumbuh, Transaksi QRIS Meningkat Berkat Transformasi Digital BRI
-
Nyawa Dibayar Ayam Sabung: Alarm Keras untuk Penegakan Hukum dan Nurani Kita