Bisnis / Keuangan
Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04 WIB
Ilustrasi Hanggar Garuda Maintenance Facility Aero Asia/(Dok GMFI).
Baca 10 detik
  • Pemegang saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk menyetujui kuasi reorganisasi dalam RUPSLB pada Selasa, 28 Juli 2026 di Jakarta.
  • Tindakan administratif tersebut bertujuan menghapus akumulasi saldo laba negatif sebesar 512,9 juta dolar AS tanpa mengubah komposisi kepemilikan saham investor.
  • Kebijakan penataan struktur ekuitas ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan finansial, mendukung ekspansi bisnis, dan membuka peluang pembagian dividen.

Suara.com - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) resmi mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan kuasi reorganisasi. Upaya ini untuk menghapus saldo laba negatif yang telah terakumulasi hingga 512,9 juta dolar AS.

Manajemen GMFI menjelaskan kuasi reorganisasi merupakan langkah administratif dan akuntansi untuk menata kembali struktur ekuitas perusahaan melalui penghapusan saldo laba negatif yang berasal dari akumulasi kerugian masa lalu.

Proses tersebut tidak melibatkan tambahan dana dari pemegang saham, tidak mengubah komposisi kepemilikan saham, serta tidak menimbulkan dilusi bagi investor.

Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa (28/7/2026). Selain menyetujui pelaksanaan kuasi reorganisasi, pemegang saham juga menyetujui pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh melalui penurunan nilai nominal saham serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Jajaran Komisaris dan Direksi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). [ist].

Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi keuangan perusahaan setelah berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dalam beberapa tahun terakhir.

"Kuasi reorganisasi merupakan bagian dari proses penguatan struktur permodalan setelah Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dan profitabilitas secara konsisten beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang," ujar Andi di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Mengacu pada laporan keuangan auditan per 31 Januari 2026, saldo laba negatif GMFI tercatat sebesar 512,9 juta dolar AS. Penghapusan defisit tersebut akan dilakukan melalui penggunaan agio saham sebesar 299,6 juta dolar AS, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar 1,1 juta dolar AS, serta penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar sebesar 212,2 juta dolar AS.

GMFI menilai langkah tersebut telah memenuhi persyaratan regulator, termasuk dari sisi profitabilitas dan prospek usaha. Perseroan berhasil membukukan laba usaha dan laba bersih selama tiga tahun berturut-turut.

Sepanjang periode 2023–2025, pendapatan meningkat 31,8 persen menjadi USD491,88 juta, laba operasional melonjak 118,7 persen menjadi USD60,57 juta, sedangkan laba bersih naik 68,4 persen menjadi USD33,97 juta. Tren positif itu berlanjut pada kuartal I 2026 dengan laba berjalan sebesar USD6,76 juta.

Baca Juga: Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Menurut Andi, struktur permodalan yang lebih sehat akan memberikan ruang yang lebih besar bagi GMFI untuk memperkuat ketahanan finansial sekaligus meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor.

"Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, Perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan," tambah Andi.

Ke depan, GMFI akan memfokuskan ekspansi pada peningkatan kapasitas hanggar, penguatan segmen Defense & Government, pengembangan Industrial Solutions, hingga lini bisnis aerostructure manufacturing.

Selain mendukung pengembangan usaha, kuasi reorganisasi juga diharapkan membuka peluang pembagian dividen kepada pemegang saham pada masa mendatang sesuai kondisi keuangan dan kinerja perseroan.

Load More