- Pemegang saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk menyetujui kuasi reorganisasi dalam RUPSLB pada Selasa, 28 Juli 2026 di Jakarta.
- Tindakan administratif tersebut bertujuan menghapus akumulasi saldo laba negatif sebesar 512,9 juta dolar AS tanpa mengubah komposisi kepemilikan saham investor.
- Kebijakan penataan struktur ekuitas ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan finansial, mendukung ekspansi bisnis, dan membuka peluang pembagian dividen.
Suara.com - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) resmi mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan kuasi reorganisasi. Upaya ini untuk menghapus saldo laba negatif yang telah terakumulasi hingga 512,9 juta dolar AS.
Manajemen GMFI menjelaskan kuasi reorganisasi merupakan langkah administratif dan akuntansi untuk menata kembali struktur ekuitas perusahaan melalui penghapusan saldo laba negatif yang berasal dari akumulasi kerugian masa lalu.
Proses tersebut tidak melibatkan tambahan dana dari pemegang saham, tidak mengubah komposisi kepemilikan saham, serta tidak menimbulkan dilusi bagi investor.
Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa (28/7/2026). Selain menyetujui pelaksanaan kuasi reorganisasi, pemegang saham juga menyetujui pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh melalui penurunan nilai nominal saham serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi keuangan perusahaan setelah berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dalam beberapa tahun terakhir.
"Kuasi reorganisasi merupakan bagian dari proses penguatan struktur permodalan setelah Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dan profitabilitas secara konsisten beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang," ujar Andi di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Mengacu pada laporan keuangan auditan per 31 Januari 2026, saldo laba negatif GMFI tercatat sebesar 512,9 juta dolar AS. Penghapusan defisit tersebut akan dilakukan melalui penggunaan agio saham sebesar 299,6 juta dolar AS, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar 1,1 juta dolar AS, serta penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar sebesar 212,2 juta dolar AS.
GMFI menilai langkah tersebut telah memenuhi persyaratan regulator, termasuk dari sisi profitabilitas dan prospek usaha. Perseroan berhasil membukukan laba usaha dan laba bersih selama tiga tahun berturut-turut.
Sepanjang periode 2023–2025, pendapatan meningkat 31,8 persen menjadi USD491,88 juta, laba operasional melonjak 118,7 persen menjadi USD60,57 juta, sedangkan laba bersih naik 68,4 persen menjadi USD33,97 juta. Tren positif itu berlanjut pada kuartal I 2026 dengan laba berjalan sebesar USD6,76 juta.
Baca Juga: Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
Menurut Andi, struktur permodalan yang lebih sehat akan memberikan ruang yang lebih besar bagi GMFI untuk memperkuat ketahanan finansial sekaligus meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor.
"Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, Perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan," tambah Andi.
Ke depan, GMFI akan memfokuskan ekspansi pada peningkatan kapasitas hanggar, penguatan segmen Defense & Government, pengembangan Industrial Solutions, hingga lini bisnis aerostructure manufacturing.
Selain mendukung pengembangan usaha, kuasi reorganisasi juga diharapkan membuka peluang pembagian dividen kepada pemegang saham pada masa mendatang sesuai kondisi keuangan dan kinerja perseroan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
GMFI Hapus Akumulasi Rugi Rp512,9 Juta Dolar AS, Siap Tancap Gas Ekspansi
-
Istana Minta TNI Tak Hambat Ekspor Logam Tanah Jarang
-
Belanja Pegawai Sulit, Mendagri Desak Purbaya Segera Cairkan Anggaran DBH ke Pemda
-
Review Serial Lucky: Pelarian Berdarah Anya Taylor-Joy dan Misteri 10 Juta Dolar
-
Soal Peluang Harga Pertamax Turun Agustus, Wamen ESDM: Kita Ikuti Harga Pasar!
-
The Art of Solitude: Ketika Kesendirian Jadi Jalan Mengenal Diri Sendiri
-
Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II
-
Zero Tolerance to Fraud, BRI Apresiasi Langkah Kepolisian Tangkap DPO Kasus Penipuan
-
4 Pelembap Bibir dengan Kandungan Petroleum Jelly untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah
-
Mazda Akhirnya Produksi Mobil di Indonesia, CX-30 Jadi Model Pertama yang Dirakit Lokal