Bisnis / Makro
Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:14 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membahas dampak ekonomi tumpahan minyak Montara tahun 2009 bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
  • Pencemaran di Laut Timor tersebut menyebabkan penurunan hasil tangkapan nelayan serta mengganggu mata pencaharian petani rumput laut.
  • Pemerintah berkomitmen mengawal penyaluran hak ganti rugi dan berencana meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak di wilayah NTT.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenang tragedi tumpahan minyak Montara di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2009 silam. Insiden ini ternyata masih berdampak ke perekonomian warga NTT hingga sekarang.

Hal itu terungkap usai Menkeu Purbaya bertemu dengan Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa hari lalu.

"Saya dan Pak Ferdi (Tanoni) pernah bersama-sama tergabung dalam Satgas Montara sekitar tahun 2018. Dalam pertemuan ini, kami berdiskusi mengenai perkembangan kondisi masyarakat NTT, khususnya mereka yang terdampak kerugian lingkungan dan kerugian ekonomi akibat tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada tahun 2009,” katanya, dikutip dari siaran pers, Jumat (10/7/2026).

Selain persoalan pencemaran lingkungan, keduanya juga membahas mengenai kerugian ekonomi yang dirasakan oleh nelayan, petani rumput laut, hingga pelaku usaha kecil di wilayah pesisir NTT.

Menurutnya, dampak tumpahan minyak Montara di Laut Timor yang terjadi pada tahun 2009 masih dirasakan oleh masyarakat NTT. Akibat peristiwa tersebut, hasil tangkapan nelayan menurun, aktivitas budidaya terganggu, hingga sebagian masyarakat mengalami penurunan pendapatan.  

Oleh karenanya, Purbaya menegaskan pentingnya melihat persoalan lingkungan tidak hanya sebagai isu ekologis, melainkan juga sebagai persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami juga membahas berbagai hal terkait upaya penyelesaian penyaluran hak ganti rugi bagi masyarakat terdampak. Aspirasi masyarakat perlu terus dikawal agar proses penyelesaiannya berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” beber dia.

Sebagai tindak lanjut pertemuan ini, Purbaya berencana mengunjungi NTT
dalam waktu dekat. Lewat kunjungan tersebut, ia bermaksud untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, sekaligus mendengarkan masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan.

"Semoga ikhtiar bersama ini dapat memberikan kepastian, keadilan, dan manfaat bagi masyarakat yang terdampak,” jelas Purbaya.

Baca Juga: Purbaya: APBN Tak Bisa Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan

Load More