- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia menargetkan laba bersih 35,1 juta dolar AS dan pendapatan 542,8 juta dolar AS pada 2026.
- Strategi transformasi operasional dan diversifikasi bisnis berhasil meningkatkan kinerja keuangan serta memperkuat posisi perusahaan di industri MRO global.
- Sepanjang tahun 2025, GMFI mencatat pertumbuhan laba bersih signifikan sebesar 26,3 persen dengan total aset mencapai 813 juta dolar AS.
Suara.com - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) mengejar laba bersih sebesar 35,1 juta dolar AS pada tahun 2026 ini. Laba bersih itu dibarengi target pendapatan sebesar 542,8 juta dolar AS.
Target laba bersih dan pendapatan GMF. tersebut akan dicapai melalui strategi transformasi korporasi, peningkatan efisiensi operasional, serta pengembangan bisnis yang lebih profitable.
"Kami telah bertumbuh secara signifikan dan berkelanjutan. Dengan kapabilitas semakin kuat dan adaptif, GMFI akan terus membuka peluang baru untuk memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global," ujar Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi dalam paparan publik, Jumat (22/5/2026
Sedangkan, pada Kuartal I 2026, perseroan berhasil membukukan laba berjalan sebesar 6,76 juta dolar AS dengan pendapatan usaha mencapai 114,94 juta dolar AS.
Sebelumnya, sepanjang tahun 2025 GMFI berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja finansial yang solid. Pendapatan usaha tercatat mencapai 491,9 juta dolar AS atau sekitar Rp 8,25 triliun, tumbuh 16,8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara laba bersih perseroan naik signifikan 26,3 persen menjadi 33,9 juta dolar AS atau sekitar Rp 570 miliar dibandingkan tahun 2024 sebesar 26,9 juta dolar AS.
Tak hanya itu, total aset GMFI juga melesat menjadi 813 juta dolar AS atau sekitar Rp13,6 triliun, naik 91,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Struktur permodalan perseroan pun membaik dengan posisi ekuitas yang berbalik positif menjadi 114,6 juta dolar AS.
Peningkatan kinerja tersebut ditopang transformasi operasional yang dijalankan secara konsisten sepanjang 2025, mulai dari peningkatan produktivitas operasional, percepatan turnaround time (TAT), penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan berbagai sertifikasi internasional.
Andi mengatakan capaian tersebut menjadi momentum penting bagi GMFI dalam memperkuat posisi bisnis di industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) penerbangan.
Baca Juga: Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026
"Tahun 2025 menjadi momentum pembuktian GMF dalam mengeksekusi berbagai langkah transformasi dan aksi korporasi strategis secara agresif sekaligus terukur. Pencapaian positif ini tentu tidak akan terwujud tanpa fundamental operasional yang semakin solid," katanya.
Selain memperkuat bisnis inti perawatan pesawat, GMFI juga terus melakukan diversifikasi usaha melalui lini bisnis non-commercial aircraft, defense industry, industrial solutions, hingga power services.
Di sektor komersial, GMFI berhasil mempertahankan sejumlah pelanggan existing seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific, sekaligus menambah pelanggan baru seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air.
Perseroan juga memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation dalam program offset pesawat Rafale.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan
-
AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah
-
Emiten UVCR Perluas Distribusi Voucher Digital, Sasar Mobile Banking
-
Bahlil Bawa Kabar Kurang Enak Soal CNG
-
Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal
-
Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target
-
PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan
-
Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
-
TikTok Bantah Ada PHK di Tokopedia, Penasihat Presiden Tetap Akan Demo