Bisnis / Keuangan
Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB
Garuda Indonesia masih mencatatkan kerugian pada kuartal i-2026. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kerugian 41,62 juta dolar AS pada kuartal I-2026, turun 45,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Peningkatan kinerja operasional didorong oleh kenaikan jumlah penumpang menjadi 5,42 juta orang serta pertumbuhan frekuensi penerbangan sebesar 5,87 persen.
  • Pendapatan usaha Garuda Indonesia naik 5,36 persen menjadi 762,35 juta dolar AS seiring penguatan fundamental bisnis dan tingkat ketepatan waktu.

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) masih mencatatkan kerugian pada kuartal I-2026 sebesar 41,62 juta dolar AS atau setara Rp 728,3 miliar (asumsi kurs Rp 17.500).

Akan tetapi, kerugian tersebut menurun 45,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Perbaikan kinerja itu sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang Garuda Indonesia Group menjadi 5,42 juta penumpang atau tumbuh 6,76 persen dibanding kuartal I 2025 sebanyak 5,08 juta penumpang.

Selain itu, frekuensi penerbangan juga meningkat 5,87 persen menjadi 19.337 penerbangan dibandingkan 18.265 penerbangan pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan trafik penumpang turut mendorong pendapatan usaha konsolidasian perseroan naik 5,36 persen menjadi US$762,35 juta dari sebelumnya US$723,56 juta.

Kontributor terbesar masih berasal dari pendapatan penerbangan berjadwal (scheduled flight) yang tumbuh 7,36 persen menjadi 648,10 juta dolar AS pada tiga bulan pertama tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif dari langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang sedang dijalankan perusahaan.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Glenny Kairupan. [Tangkapan Layar].

"Fokus kami saat ini tetap diarahkan untuk menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable," ujar Glenny di Jakarta, Rabu (14/5/2026).

Tak hanya itu, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan peningkatan tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) menjadi 91,01 persen pada kuartal I 2026. Angka itu naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 87,93 persen.

Baca Juga: GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

Dari sisi armada, hingga akhir kuartal I 2026 Garuda Indonesia telah mengoperasikan 102 armada serviceable sebagai bagian dari percepatan program return-to-service (RTS) aircraft.

Secara rinci, Garuda Indonesia mengangkut 2,47 juta penumpang, sementara Citilink melayani 2,94 juta penumpang sepanjang tiga bulan pertama 2026.

Menurut Glenny, perusahaan masih akan fokus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan operational excellence, efisiensi biaya, optimalisasi jaringan penerbangan hingga transformasi layanan dan digitalisasi operasional.

"Transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group dapat tumbuh dengan fondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang," pungkas Glenny.

Load More