Bisnis / Energi
Rabu, 29 Juli 2026 | 09:38 WIB
Ilustrasi stok minyak dunia. [Unsplash/Alex W]
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia melonjak lebih dari dua dolar per barel pada Rabu, 29 Juli 2026.
  • Konfirmasi penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat sebesar 3,3 juta barel memicu kenaikan harga tersebut.
  • Rencana OPEC+ membekukan produksi selama tiga bulan turut menopang penguatan harga di pasar global.

Suara.com - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 dolar AS per barel pada awal perdagangan Rabu 29 Juli 2026.

Kenaikan ini dipicu oleh penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS), sekaligus memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya yang sempat tertekan akibat jeda konflik antara Washington dan Teheran.

Mengutip dari Reuters, harga minyak berjangka Brent naik 2,71 dolar AS atau 3,2 persen menjadi 86,80 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 2,26 dolar AS atau 3,4 persen ke posisi 81,95 dolar AS per barel.

Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah AS menyusut sekitar 3,3 juta barel pada pekan yang berakhir 24 Juli.

Sebaliknya, stok bensin naik 918.000 barel dan persediaan distilat bertambah 355.000 barel dibanding pekan sebelumnya. Laporan resmi persediaan minyak dari Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan rilis pada Rabu sore waktu setempat.

Penguatan harga juga ditopang oleh kabar bahwa OPEC+ berencana membekukan kenaikan produksi minyak selama tiga bulan mulai Oktober mendatang, setelah mengembalikan kuota pemangkasan sukarela.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [istimewa]

Pasar minyak global sebelumnya bergejolak akibat konflik AS-Israel dengan Iran yang mengganggu pasokan mentah dunia, khususnya terkait penutupan Selat Hormuz.

Harga minyak sempat anjlok sekitar 5 persen ke level terendah dalam dua pekan pada Selasa lalu seiring munculnya harapan jeda permusuhan.

Presiden AS Donald Trump, menyatakan adanya pembicaraan positif dengan Iran, namun tetap mengancam akan melakukan serangan balasan jika negosiasi gagal. Di sisi lain, pihak Iran membantah adanya upaya untuk melanjutkan dialog dengan pihak AS.

Baca Juga: Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Sementara itu, Oman dilaporkan telah mengajukan draf rencana pengelolaan Selat Hormuz kepada Iran. Usulan yang didukung negara-negara Teluk tersebut mencakup penarikan retribusi sukarela bagi kapal yang melintas, guna meredakan gangguan jalur perdagangan akibat konflik.

Load More