- Harga minyak dunia meningkat signifikan pada Jumat (17/7/2026) akibat eskalasi serangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
- Konflik di kawasan Teluk dan ancaman penutupan jalur Laut Merah oleh kelompok Houthi mengganggu pasokan minyak global.
- Lonjakan harga Brent dan WTI terjadi setelah AS meluncurkan serangan udara berkelanjutan terhadap kemampuan militer wilayah Iran.
Suara.com - Harga minyak dunia merangkak naik pada perdagangan Jumat (17/7/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran mengintensifkan serangan di kawasan Teluk.
Ketegangan ini mengganggu aliran minyak di Selat Hormuz, ditambah adanya instruksi dari Teheran kepada kelompok Houthi di Yaman untuk bersiap menutup jalur ekspor di Laut Merah.
Mengutip dari Reuters, minyak mentah Brent naik 1,05 dolar AS atau sekitar 1,25 persen menjadi 85,28 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,03 dolar AS atau 1,3 persen ke posisi 79,98 dolar AS per barel, menghapus kerugian pada sesi perdagangan sebelumnya.
Sepanjang pekan ini, kedua tolok ukur harga minyak tersebut telah melonjak hampir 12 persen. Brent berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, sementara WTI mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut.
"Keamanan minyak masih menjadi isu yang sangat kritis saat ini," ujar Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, dalam sebuah acara Council on Foreign Relations di Washington.
Eskalasi militer meningkat setelah AS meluncurkan dua gelombang serangan udara besar pada Rabu (15/7), pertama kalinya sejak kesepakatan gencatan senjata sementara bulan lalu, yang menyasar wilayah pantai selatan Iran, dan berlanjut hingga Kamis (16/7).
Komando Sentral AS (CENTCOM) menyatakan, pasukan AS memulai gelombang serangan baru terhadap Iran untuk malam keenam berturut-turut guna melumpuhkan kemampuan militer Teheran.
Di sisi lain, Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di negara-negara tetangga, termasuk serangan ke pangkalan udara di Yordania.
Kekhawatiran pasar semakin diperparah oleh laporan bahwa kepemimpinan Iran telah menginstruksikan sekutu Houthi mereka untuk bersiap menutup rute minyak Laut Merah (Bab el-Mandeb) jika AS mulai menyerang infrastruktur energi Iran.
Baca Juga: Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!
Analis dari IG menilai, secara teknikal harga WTI berpotensi menguji level pertengahan 80-an dolar AS per barel selama mampu bertahan di atas level dukungan psikologis di kisaran pertengahan 70-an dolar AS.
Di samping faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati peluncuran layanan data berbayar baru oleh Trump Media & Technology Group.
Layanan ini akan memberikan akses cepat bagi bank dan perusahaan dagang terhadap unggahan akun Truth Social yang berpengaruh, termasuk akun Donald Trump, yang kerap kali mempengaruhi pergerakan harga di pasar minyak.
Berita Terkait
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan
-
Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS
-
Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia
-
IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000
-
Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi
-
Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran
-
Hartanya Terkuras, Putra Pengetik Naskah Proklamasi Hidup Sulit di Bekasi
-
Cara Mudah Punya Mobil Listrik Lewat Skema Pembiayaan Terbaru
-
Cinta yang Dibatasi atau Dijaga? Memahami Konsep Taaruf di Era Modern