- BGN siapkan portal MBG, orang tua bisa pantau menu dan gizi anak.
- Portal tampilkan lokasi dapur, foto makanan, hingga riwayat menu harian.
- Sistem digital awasi proses MBG dari bahan baku sampai makanan diterima.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) bersiap membawa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke level transparansi yang lebih tinggi. Dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan, masyarakat, khususnya orang tua murid, akan dapat memantau langsung pelaksanaan program tersebut melalui sebuah portal digital yang tengah disiapkan pemerintah.
Lewat platform tersebut, orang tua tidak hanya bisa mengetahui apakah anaknya telah menerima makanan bergizi dari negara, tetapi juga dapat melihat secara rinci menu harian, kandungan gizi, foto makanan, hingga lokasi dapur yang memasak makanan tersebut.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan portal digital itu menjadi bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan pengawasan publik terhadap salah satu program prioritas pemerintah.
"Kami sedang menyiapkan sistem. Insyaallah, mungkin doakan bisa segera. Kasih kami waktu mungkin satu sampai dua minggu ini kami berusaha menyiapkan satu portal," kata Sudaryono usai rapat koordinasi MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut dia, sekolah dan orang tua akan menjadi pihak yang paling diuntungkan karena dapat mengakses informasi secara langsung mengenai layanan MBG yang diterima anak-anak.
Melalui portal tersebut, pengguna dapat melihat sekolah penerima MBG, jenis makanan yang disajikan setiap hari, foto menu, kandungan gizi, hingga riwayat makanan yang telah diberikan pada hari-hari sebelumnya.
"Stakeholder MBG, dalam hal ini yang paling berkepentingan kan adalah sekolah dan orang tua, itu bisa ngecek anaknya yang sekolah di sekolah mana, ibaratnya diberi makan oleh negara dengan menu yang apa, fotonya apa, kandungan gizinya apa, hari ini apa, besok apa, kemarin apa," ujarnya.
Tidak berhenti di situ, BGN juga akan membuka informasi mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang menyiapkan makanan. Portal akan menampilkan alamat dapur serta identitas kepala SPPG yang bertanggung jawab atas operasionalnya.
Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi tersebut diharapkan mampu meredam berbagai informasi simpang siur terkait pelaksanaan MBG yang selama ini kerap beredar di media sosial.
Baca Juga: Satpam Positif Sabu Jadi Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat
"Kita ingin memberitahu kepada yang sangat berkepentingan, dalam hal ini paling berkepentingan kan orang tua. Sebetulnya anak saya sekolah ini sama negara diberikan layanan makanan yang seperti apa. Nah, ini jangan sampai kemudian ada timbul interpretasi yang berbeda-beda, kemudian di-upload di media sosial jadi misleading," katanya.
Selain portal yang dapat diakses masyarakat, BGN juga tengah membangun sistem pengawasan digital untuk memantau seluruh aktivitas operasional dapur MBG. Sistem tersebut akan merekam setiap tahapan proses, mulai dari pembelian bahan baku, kegiatan memasak, pengemasan, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
Menurut Sudaryono, digitalisasi menjadi instrumen penting agar pengawasan tidak hanya mengandalkan kepercayaan, tetapi juga berbasis data dan sistem yang dapat ditelusuri.
"Trust is good, control is better. Jadi kita tidak bisa hanya percaya saja, tapi kita bagaimana memonitor semua kegiatan di dapur itu by system," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
BGN Siapkan Portal MBG, Orang Tua Bisa Pantau Menu dan Gizi Anak
-
6 Sepatu Lari untuk Medan Berbatu dan Trail, Grip Kuat dan Tetap Nyaman
-
Jukir Liar Patok Tarif Selangit, Wali Kota Solo Siapkan Pencabutan Izin hingga Blacklist
-
Cek Syarat Lengkap Promo Buy 1 Get 1 di Sports Station dan Planet Sports di MAPCLUB
-
Presiden Minta Pabrik Gula Wajib Punya Kebun Tebu
-
Kekayaan Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten yang Viral di X
-
Bukan Karena Kedekatan, DPRD Bogor Puji Keberanian Bupati Gelar Seleksi Terbuka Jabatan ASN
-
Terungkap di Sidang, Calon Perangkat Desa Jual Motor hingga Gadai Sertifikat Demi Lolos Seleksi
-
Satpam Positif Sabu Jadi Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat
-
Harga Wuling Aira EV Cuma Rp155 Juta, Meluncur di GIIAS 2026