- Siswa mampu dipersilakan menolak Program Makan Bergizi Gratis.
- Pemerintah verifikasi 63 juta penerima dan 27.000 SPPG.
- Data baru jadi dasar penyusunan anggaran MBG tahun 2027.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mengalami penyesuaian besar. Pemerintah kini membuka ruang bagi peserta didik dari keluarga mampu untuk tidak menerima bantuan makanan bergizi tersebut. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus menjadi strategi efisiensi anggaran negara menjelang penyusunan APBN 2027.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari penataan ulang penerima manfaat MBG yang saat ini tengah dilakukan pemerintah bersamaan dengan proses pemutakhiran data nasional.
Menurut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto tetap menginginkan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan menerima MBG. Namun, siswa yang merasa telah tercukupi kebutuhan gizinya dipersilakan untuk tidak mengikuti program tersebut.
"Karena perintah Bapak Presiden, semua dikasih (MBG). Kecuali yang tidak mau," ujar Zulhas usai rapat koordinasi penyelenggaraan MBG di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut dipilih agar pemerintah tidak dianggap membeda-bedakan penerima bantuan. Dengan demikian, seluruh siswa tetap menjadi sasaran program, sementara keputusan untuk menerima atau menolak diserahkan kepada masing-masing peserta didik.
"Kalau kita tidak kasih, nanti dibilang pemerintah pilih kasih, tidak adil. Semua dikasih, tapi kecuali yang tidak mau," katanya.
Zulhas mencontohkan, siswa di sekolah-sekolah yang mayoritas berasal dari keluarga mampu dan telah memiliki pola makan bergizi setiap hari dapat memilih tidak menerima MBG. Kebijakan itu diyakini akan mengurangi beban pembiayaan negara tanpa menghilangkan hak seluruh peserta didik.
"Misalnya SMA-SMA yang bagus, yang sudah sarapannya bagus, tidak mau ikut, tidak apa-apa. Itu kan mengurangi biaya juga. Tapi bukan berarti pemerintah tidak mengasihi, melainkan karena mereka sudah merasa cukup dan memiliki kemampuan," ujarnya.
Di saat yang sama, pemerintah juga tengah melakukan verifikasi besar-besaran terhadap basis data penerima manfaat MBG. Pendataan mencakup sekitar 63 juta calon penerima serta sekitar 27.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program.
Baca Juga: Sudaryono Tutup 833 Dapur MBG, Tapi Akar Masalahnya Belum Tersentuh
Proses pemutakhiran data tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Hasilnya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menghitung kebutuhan anggaran MBG pada 2027 agar alokasi dana benar-benar sesuai dengan jumlah penerima manfaat yang valid.
"Nanti setelah tanggal 5 akan ketahuan. Data itu akan menjadi dasar Menteri Keuangan menyusun kebutuhan anggaran MBG tahun depan. Datanya harus akurat," kata Zulhas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Perintah Prabowo: Orang Tua Siswa Kaya Raya Boleh Tolak MBG
-
Iran Borong 400 Rudal Manpads China Seharga Rp 1,2 Triliun
-
Harimau di Indragiri Hilir Bikin Resah, BBKSDA Riau Pantau dengan Drone
-
Pedagang Martabak Mini Tertidur Saat Jualan, Tas Berisi Uang hingga Kado Anak Dicuri
-
Perjanjian Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, DPR Disebut Masih Punya Kewenangan Menggagalkan
-
Mengintip Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold8, Lengkap dengan Harganya
-
Review Film Office Romance: Tontonan Ringan dengan Pesan Karier dan Cinta
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Hubungan Anak Laki-Laki dan Ayah Jarang Dekat? Bapakmu Kiper Angkat Kisah Nyata yang Relate Banget
-
Informasi Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026: Jadwal, Tuan Rumah, Peserta, dan Regulasi