Bisnis / Makro
Rabu, 29 Juli 2026 | 19:19 WIB
Menu MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Baca 10 detik
  • Pemerintah bersama ahli gizi nasional akan mengevaluasi standar menu Program Makan Bergizi Gratis hingga 5 Agustus 2026.
  • Badan Gizi Nasional segera memprioritaskan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah dengan angka stunting yang tinggi.
  • Pemerintah menyiapkan penelitian di Jakarta untuk mengukur dampak nyata program terhadap perbaikan status gizi masyarakat.

Suara.com - Pemerintah akan mengevaluasi standar menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diberikan kepada para siswa sekolah. Nantinya, evaluasi dilakukan hingga 5 Agustus 2026 dengan melibatkan ahli gizi nasional.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan penyempurnaan standar menu menjadi salah satu agenda utama setelah rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian terkait.

"Yang pertama, kita akan duduk dengan para ahli nutrisi, ahli gizi untuk melihat target-target yang ingin dicapai dan memperbaiki standar gizinya. Itu mudah-mudahan bisa selesai sebelum tanggal 5 (Agustus)," kata Budi usai rapat koordinasi MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menu makan bergizi gratis. [Ist]

Menurut Budi, evaluasi tersebut bertujuan agar menu MBG benar-benar sesuai dengan kebutuhan gizi setiap kelompok sasaran, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Selain memperbaiki standar gizi, pemerintah juga akan memprioritaskan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah yang memiliki angka stunting tinggi.

"Itu nanti akan segera diputuskan oleh Bapak Kepala BGN sebelum tanggal 5. Segera SPPG yang sudah siap itu dibuka langsung di daerah-daerah yang memang stunting-nya tinggi," ujarnya.

Budi menambahkan pemerintah juga akan mulai menyiapkan penelitian untuk mengukur dampak nyata MBG terhadap perbaikan status gizi masyarakat.

"Yang ketiga, kita akan mulai melakukan research untuk mengukur dampak MBG terhadap outcome kesehatan. Jangan hanya mengukur jumlah makanan yang dibagikan, tapi apakah benar bisa menurunkan stunting, memperbaiki status gizi, dan meningkatkan kesehatan anak-anak," katanya.

Baca Juga: Kepala BGN Jawab Kritik Dapur MBG vs Sekolah Rusak: Tak Adil Jika Dibandingkan

Load More