- Kepala BGN Sudaryono menyatakan sekitar 8.000 dapur Program Makan Bergizi Gratis belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026.
- Pemerintah mempercepat pemenuhan sertifikat kebersihan dari Dinas Kesehatan serta membenahi tata kelola operasional dan sistem pengawasan dapur agar memenuhi standar keamanan pangan.
- Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan seluruh persoalan kesiapan dapur tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan sekitar 8.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemerintah kini mempercepat pemenuhan persyaratan tersebut agar operasional program memenuhi standar keamanan pangan.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan persoalan sertifikasi menjadi salah satu fokus pembenahan setelah dirinya resmi memimpin lembaga tersebut. Ia menegaskan seluruh dapur MBG harus memenuhi standar kesehatan sebelum beroperasi secara penuh.
SLHS adalah sertifikat diterbitkan oleh Dinas Kesehatan di mana, tempat pengolahan pangan telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan.
"Kan sekarang masih ada yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, masih ada sekitar 8.000. Nah ini akan kita kejar sehingga semua itu nanti punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi," ujar Sudaryono usai rapat koordinasi penyelenggaraan MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut dia, pemenuhan sertifikat tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Selain aspek higiene sanitasi, pemerintah juga membenahi tata kelola operasional dapur dan sistem pengawasannya.
Ia mengatakan BGN tengah membangun sistem pemantauan digital yang dapat mengawasi seluruh aktivitas di dapur MBG, mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, pengemasan, distribusi hingga makanan diterima penerima manfaat.
"Trust is good, control is better. Jadi kita tidak bisa hanya percaya saja, tapi kita bagaimana memonitor semua kegiatan di dapur itu by system," ujarnya.
Selain itu, BGN juga menyiapkan portal informasi yang memungkinkan orang tua dan sekolah memantau menu makanan, kandungan gizi, hingga lokasi dapur yang menyiapkan makanan bagi peserta didik.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan pemerintah tengah mengevaluasi ribuan titik SPPG dan mempercepat pembenahan agar pelaksanaan MBG berjalan lebih baik.
Baca Juga: Gandeng Ahli Gizi, Menu MBG Bakal Baru Mulai Agustus
Menurut Zulhas, berbagai persoalan yang selama ini menjadi sorotan publik, termasuk kesiapan dapur dan tata kelola program, ditargetkan mulai terselesaikan dalam satu hingga dua bulan ke depan.
"Dengan ini saya kira, kami meyakini mudah-mudahan seminggu dua minggu satu bulan ini, separuh masalah-masalah di MBG bisa kita selesaikan. Satu bulan berikutnya semua persoalan yang menjadi sorotan publik insyaallah bisa kita selesaikan," pungkas Zulhas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Diskon 20 Persen Bersantap di Dragon Hot Pot Bersama BRI
-
8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda
-
Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau
-
Grup Bakrie Bakal Suplai Metanol Hasil Gasifikasi Batu Bara ke Program B50
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Gandeng Ahli Gizi, Menu MBG Bakal Baru Mulai Agustus
-
Pengamat: Masyarakat Main Hakim Sendiri karena Tak Lagi Percaya Hukum