Bisnis / Makro
Rabu, 29 Juli 2026 | 19:33 WIB
Ilustrasi SPPG. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Kepala BGN Sudaryono menyatakan sekitar 8.000 dapur Program Makan Bergizi Gratis belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026.
  • Pemerintah mempercepat pemenuhan sertifikat kebersihan dari Dinas Kesehatan serta membenahi tata kelola operasional dan sistem pengawasan dapur agar memenuhi standar keamanan pangan.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan seluruh persoalan kesiapan dapur tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan sekitar 8.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemerintah kini mempercepat pemenuhan persyaratan tersebut agar operasional program memenuhi standar keamanan pangan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan persoalan sertifikasi menjadi salah satu fokus pembenahan setelah dirinya resmi memimpin lembaga tersebut. Ia menegaskan seluruh dapur MBG harus memenuhi standar kesehatan sebelum beroperasi secara penuh.

SLHS adalah sertifikat diterbitkan oleh Dinas Kesehatan di mana, tempat pengolahan pangan telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

"Kan sekarang masih ada yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, masih ada sekitar 8.000. Nah ini akan kita kejar sehingga semua itu nanti punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi," ujar Sudaryono usai rapat koordinasi penyelenggaraan MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Dapur MBG atau SPPG. [Antara]

Menurut dia, pemenuhan sertifikat tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Selain aspek higiene sanitasi, pemerintah juga membenahi tata kelola operasional dapur dan sistem pengawasannya.

Ia mengatakan BGN tengah membangun sistem pemantauan digital yang dapat mengawasi seluruh aktivitas di dapur MBG, mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, pengemasan, distribusi hingga makanan diterima penerima manfaat.

"Trust is good, control is better. Jadi kita tidak bisa hanya percaya saja, tapi kita bagaimana memonitor semua kegiatan di dapur itu by system," ujarnya.

Selain itu, BGN juga menyiapkan portal informasi yang memungkinkan orang tua dan sekolah memantau menu makanan, kandungan gizi, hingga lokasi dapur yang menyiapkan makanan bagi peserta didik.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan pemerintah tengah mengevaluasi ribuan titik SPPG dan mempercepat pembenahan agar pelaksanaan MBG berjalan lebih baik.

Baca Juga: Gandeng Ahli Gizi, Menu MBG Bakal Baru Mulai Agustus

Menurut Zulhas, berbagai persoalan yang selama ini menjadi sorotan publik, termasuk kesiapan dapur dan tata kelola program, ditargetkan mulai terselesaikan dalam satu hingga dua bulan ke depan.

"Dengan ini saya kira, kami meyakini mudah-mudahan seminggu dua minggu satu bulan ini, separuh masalah-masalah di MBG bisa kita selesaikan. Satu bulan berikutnya semua persoalan yang menjadi sorotan publik insyaallah bisa kita selesaikan," pungkas Zulhas.

Load More