- Federal Reserve menahan suku bunga acuan dan memicu kebingungan pasar karena minimnya kejelasan kebijakan penanganan inflasi.
- Tiga dari dua belas anggota FOMC menolak keputusan tersebut dan mengusulkan kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin.
- Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang membuat pelaku pasar keuangan mempertanyakan kredibilitas bank sentral.
"Pernyataannya melibatkan banyak frasa yang disusun dengan baik, tetapi sangat minim pandangan makroekonomi yang koheren," tulis Feroli.
Kebingungan ini langsung tercermin pada pergerakan pasar obligasi. Dinamika kurva imbal hasil (yield curve) obligasi Treasury AS mengalami perubahan drastis pada hari Rabu:
Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 2 tahun mengalami penurunan.
Sebaliknya, imbal hasil untuk tenor 10 tahun dan 30 tahun justru bergerak naik.
Bahkan, imbal hasil obligasi 30 tahun—yang sangat sensitif terhadap ekspektasi inflasi—menembus level 5,20% untuk pertama kalinya sejak pertengahan tahun 2007.
Merespons anomali pasar keuangan ini, para ekonom di Bank of America merilis sebuah catatan analitik berjudul "Doved and Confused" (Doved dan Bingung). Secara gamblang, mereka menyimpulkan bahwa pasar keuangan saat ini sedang mempertanyakan kredibilitas The Fed dalam mengendalikan laju inflasi.
Berita Terkait
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
-
BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi
-
Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank
-
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen
-
Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Investor Asing Soroti Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Pengganti Gubernur BI Harus Berpengalaman
-
Awet 16 Jam! Ini Cara Pakai Maybelline Superstay Matte Ink biar Flawless
-
The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Mendadak Malah Panik dan Bingung!
-
Profil Lengkap Skuat Timor Leste: Ada Pemain Liga Tarkam Inggris, Ancaman Buat Timnas Indonesia?
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Pengguna Platform Pasar Wajib Paham Kepatuhan Hukum
-
4 Rekomendasi Shade Maybelline Superstay Vinyl Ink untuk Bibir Gelap, Pigmentasi Juara
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Mengapa Harus Reapply Sunscreen Setiap 2 Jam Sekali? Ini 5 Alasan Pentingnya
-
Strategi Isuzu Jaga Produktivitas Bisnis Konsumen Lewat Bengkel Berjalan
-
Pergerakan IHSG Hari Ini saat Wall Street Koreksi Parah dan KOSPI Anjlok 6 Persen