- Harga minyak dunia turun pada Kamis 30 Juli 2026 akibat kelanjutan pelayaran kapal tanker melalui jalur alternatif.
- Sebanyak 39 kapal komoditas melintasi Selat Bab el-Mandeb menuju Laut Merah pada hari Selasa untuk menjaga pasokan.
- Konflik militer AS dan Iran di Timur Tengah terus memanas dan memengaruhi jalur pengiriman minyak global.
Suara.com - Harga minyak dunia melandai pada awal perdagangan Kamis 30 Juli 2026. Penurunan ini terjadi karena kapal-kapal tanker minyak tetap berlayar keluar dari kawasan Timur Tengah melalui jalur alternatif, meski konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus meluas.
Mengutip dari Reuters, harga minyak berjangka Brent turun 1,29 dolar AS atau 1,42 persen menjadi 89,45 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 56 sen atau 0,66 persen ke posisi 83,90 dolar AS per barel.
Pelemahan ini mengikis lonjakan tajam pada sesi sebelumnya, ketika Brent sempat melonjak 7,91 persen dan WTI naik 6,56 persen menyusul meningkatnya ketegangan militer.
Data pelayaran mencatat sebanyak 39 kapal komoditas berhasil melintasi Selat Bab el-Mandeb menuju Laut Merah pada Selasa lalu. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sejak 19 Juli, kendati lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih sangat terbatas.
Analis Pasar IG, Tony Sycamore, menilai bahwa meskipun volume pengiriman secara keseluruhan berkurang, pasokan minyak tetap mengalir keluar dari kawasan tersebut melalui berbagai saluran alternatif.
"Semakin lama situasi ini berlanjut, semakin besar pengaruh Iran atas Selat Hormuz akan terkikis oleh rute dan metode alternatif ini," kata Sycamore.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pengiriman minyak terpenting di dunia yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global.
Jalur ini sebagian besar lumpuh sejak perang AS-Iran pecah pada Februari lalu. Pihak Iran juga dilaporkan telah menolak usulan Oman terkait pengelolaan bersama jalur selat tersebut.
Sementara itu, eskalasi militer di kawasan terus memanas. Pasukan AS dan Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak, menyusul serangan drone ke fasilitas minyak Saudi.
Baca Juga: Stok AS Menyusut, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 Dolar AS
Di sisi lain, Iran mengklaim telah menembaki pangkalan AS di Yordania serta menembak tiga kapal tanker di Selat Hormuz.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jalur Tanker Alternatif Terbuka, Harga Minyak Dunia Mulai Melandai
-
Diskon Tiket Kereta hingga Kapal Laris Manis, Serapan Stimulus Tembus 98%
-
Duit Asing Keluar dari Indonesia Tembus Rp74 Triliun,OJK Nilai Masih Bagian Dinamika Pasar
-
BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp 373 Juta
-
5 Sepatu Lari Wanita Paling Nyaman dan Empuk, Cocok untuk Jogging hingga Maraton
-
Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang
-
4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan
-
BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation
-
Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka
-
BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan