Bisnis / Keuangan
Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB
Ilustrasi. IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat arus peti kemas melonjak 73,7% pada Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Arus peti kemas IPC TPK Panjang naik 73,7% pada Juni 2026.
  • Ekspor-impor dan layanan pelayaran baru jadi pendorong utama.
  • Pelabuhan Panjang kian strategis sebagai gerbang logistik Sumatera.

Suara.com - Lonjakan aktivitas perdagangan di Lampung mendorong kinerja Pelabuhan Panjang semakin moncer. IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat arus peti kemas melonjak 73,7% pada Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong peningkatan aktivitas ekspor-impor serta distribusi logistik domestik.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya trafik peti kemas internasional untuk sektor ekspor-impor, sekaligus menguatnya interkoneksi logistik domestik antarpulau.

"Pertumbuhan ini menegaskan bahwa Pelabuhan Panjang memegang peranan yang semakin strategis sebagai gerbang utama arus barang di gerbang selatan Pulau Sumatera. Lonjakan arus peti kemas yang luar biasa pada bulan Juni ini merupakan hasil nyata dari komitmen perusahaan dalam merespons dinamika pasar logistik secara adaptif," ujar Daniel dalam keterangannya, Kamis (30/7).

Menurut Daniel, salah satu faktor utama yang memicu lonjakan tersebut adalah penambahan satu kapal ad hoc oleh Pulau Laut Lines yang berhasil meningkatkan kapasitas angkut untuk layanan internasional. Di sisi lain, pembukaan layanan pelayaran baru (new service) oleh PT Buaya Mas Prima turut mengerek volume peti kemas domestik.

Ia menilai peningkatan trafik tersebut tidak lepas dari keandalan operasional terminal, khususnya sistem bongkar muat yang mampu mengakomodasi lonjakan permintaan. Kolaborasi antara IPC TPK, perusahaan pelayaran, dan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus logistik.

"Kami berharap perluasan jaringan pelayaran dari para mitra ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi IPC TPK Panjang dalam memfasilitasi kelancaran rantai logistik di gerbang Sumatera bagian selatan," kata Daniel.

IPC TPK merupakan anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas yang mengelola layanan terminal peti kemas dengan sistem jaringan terintegrasi di sejumlah pelabuhan nasional. Saat ini perusahaan beroperasi di enam wilayah kerja, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Pontianak, Panjang, Palembang, Teluk Bayur, dan Jambi.

Load More