- Rata-rata tabungan kelas menengah turun menjadi Rp1,7 juta per rekening.
- Fenomena "makan tabungan" mencerminkan tekanan ekonomi masyarakat.
- Rekening dolar AS melonjak 185,5% seiring pelemahan rupiah.
Suara.com - Daya tahan keuangan masyarakat kelas menengah semakin tertekan. Riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan rata-rata nominal tabungan masyarakat di segmen simpanan di bawah Rp100 juta terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini mengindikasikan masyarakat semakin banyak menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dibandingkan menambah simpanan.
Data Perbanas mencatat, rata-rata saldo rekening pada kelompok simpanan di bawah Rp100 juta mencapai Rp3,1 juta per rekening pada 2018. Nilai tersebut kemudian turun menjadi Rp1,8 juta per rekening pada 2024, dan kembali menyusut menjadi Rp1,7 juta per rekening hingga Mei 2026.
Chief Economist Perbanas, Winang Budoyo, mengatakan total dana simpanan pada segmen tersebut memang masih bertumbuh. Namun, jika dilihat per individu, nilai tabungan masyarakat justru terus menurun.
"Artinya lebih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dibandingkan kemampuan mereka untuk mengakumulasi tabungan. Di situlah muncul fenomena yang kami sebut sebagai 'makan tabungan'," ujar Winang dalam forum Perbanas di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Di sisi lain, tren berbeda terjadi pada kelompok nasabah dengan simpanan di atas Rp10 miliar. Nilai tabungan kelompok ini terus meningkat, termasuk pada rekening dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data distribusi simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening dolar AS melonjak 185,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juni 2026. Sejalan dengan itu, nominal simpanan valuta asing juga tumbuh dua digit menjadi Rp1.741,46 triliun atau meningkat 19,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Winang, lonjakan simpanan dalam dolar AS dipicu oleh meningkatnya minat masyarakat untuk mencari aset lindung nilai di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Karena rupiah melemah, masyarakat mencari rasa aman dengan menyimpan uangnya dalam bentuk dolar," jelasnya.
Ia menambahkan, secara fungsi tabungan dolar AS tidak berbeda dengan tabungan rupiah. Perbedaannya hanya terletak pada mata uang penyimpanannya yang dikonversi ke dolar AS sebagai langkah menjaga nilai aset.
Baca Juga: Suasana Batin Kelas Menengah: Gaji Numpang Lewat, Mau Hemat Tapi Makin Tak Selamat
"Dari sisi perputaran uang sebenarnya tetap sama. Hanya saja, dana tersebut dikonversi dari rupiah ke dolar untuk menjaga keamanan nilai uang mereka," tegas Winang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
-
Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun, Rata-rata Hanya Punya Rp1,7 Juta
-
6 Tips Memilih Warna Lipstik Sesuai Acara agar Penampilan Makin Menawan
-
Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Semrawut yang Merusak Estetika Kota
-
Standar Pendidikan Terus Naik, Standar Etika Politik Jalan di Tempat
-
UEFA Ancam Boikot FIFA, 55 Negara Eropa Siap Mundur dari Semua Turnamen
-
Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!
-
Saham Teknologi Pimpin Rebound Wall Street, IHSG Bersiap Uji Resisten Kuat 6.300
-
Lawan Tim yang Diperkuat Polisi Berusia 50 Tahun, Bayern Munich Menang Telak 15-0