- Stafsus Menkeu Purbaya resmi jadi Komisaris Pelindo.
- Hambra Samal dari BP BUMN juga masuk jajaran komisaris.
- Penunjukan picu sorotan soal tata kelola dan kedekatan kekuasaan.
Suara.com - Perombakan jajaran komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali memunculkan sorotan terkait kuatnya pengaruh lingkaran kekuasaan di perusahaan pelat merah. Pelindo resmi mengangkat Staf Khusus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ubaidillah Amin atau Gus Ubaid, sebagai komisaris baru bersama Hambra Samal yang kini menjabat Deputi di Badan Pengelola BUMN (BP BUMN).
Penunjukan keduanya disahkan melalui Keputusan RUPS Nomor 355 Tahun 2026 dan SK Nomor SK.124/DI-DAM/DU/2026 yang berlaku efektif sejak 27 Juli 2026. Perubahan susunan pengurus tersebut juga telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Masuknya Gus Ubaid ke kursi komisaris Pelindo berpotensi memicu perdebatan mengenai praktik penempatan pejabat dan orang dekat pemerintah di perusahaan strategis negara. Pasalnya, saat ini Gus Ubaid masih aktif sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, salah satu posisi yang memiliki akses langsung terhadap pengambilan kebijakan ekonomi nasional.
Di tengah tuntutan penguatan tata kelola BUMN, pengangkatan sosok yang masih berada di lingkar kekuasaan pemerintah berisiko memperkuat persepsi bahwa jabatan komisaris BUMN masih menjadi ruang distribusi posisi bagi pejabat dan elite birokrasi.
Meski demikian, Pelindo menilai Gus Ubaid memiliki pengalaman di sektor kepelabuhanan. Ia pernah menjabat Komisaris PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pada 2019–2021 dan Komisaris PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) pada 2021–2023.
Namun rekam jejaknya lebih banyak diwarnai posisi staf khusus dan tim ahli pemerintah. Dalam satu dekade terakhir, Gus Ubaid tercatat pernah menjadi Tim Khusus Menko Polhukam, Tim Khusus Menko Kemaritiman, Staf Khusus Menteri Agama, Staf Teknis Menteri Kesehatan, hingga kini menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan.
Sementara itu, Hambra Samal yang turut ditunjuk sebagai komisaris juga berasal dari lingkungan pemerintah. Saat ini Hambra menjabat Deputi di Badan Pengelola BUMN dan sebelumnya berkarier panjang di Kementerian BUMN.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ubaidillah Amin Stafsus Menkeu Purbaya Ditunjuk Jadi Komisaris Pelindo
-
Profil Syerly Salim, Lurah Paya Pasir Viral Sindir Warga yang Ngeluh soal Penerangan Jalan
-
Modus TPPO Makin Beragam, Ketua Komisi XIII DPR Dorong Revisi UU
-
Siap-siap War Tiket Upacara HUT RI ke-81 di Istana, Kuota Terbatas Hanya 8.100 Orang
-
Di Tengah Efek Pemangkasan TKD, Pemkab Bogor Pastikan Gaji Pegawai dan Operasional Tetap Aman
-
Fenomena Purnama Buck Moon Akhir Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar!
-
'Kalau Diubah Kusut'! Menkeu Purbaya Ikut Putusan MK Pisahkan Anggaran MBG di 2028
-
Mitsubishi Eclipse Kapan Meluncur? Kini Bawa Mesin Canggih Ramah Lingkungan
-
Bukan Cuma Razia Absensi, Wali Kota Sukabumi Duduk Lesehan dan Minta Curhat ASN Saat Sidak
-
Buron Interpol Pengirim PMI Ilegal ke Kamboja Dibekuk di Soetta